Wisata Kawah Putih Kabupaten Bandung, Jawa Barat

[ Minggu, 07 Maret 2010 ]

Warna Danau Terus Berubah

Di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, dikenal Danau Tiga Warna di puncak Gunung Kelimutu. Permukaan air danau tersebut berubah-ubah. Fenomena serupa terjadi di Kawah Putih di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Penyebabnya sama, yaitu kadar kandungan mineral di dalamnya berubah-ubah. Itu bergantung pada cuaca dan kondisi alam di sekitarnya.

CECEP ALI YUSUF, Bandung

BERDASAR sejarah geologis, Kawah Putih terbentuk sebagai akibat dari letusan Gunung Patuha pada abad sepuluh. Letusan gunung itu melontarkan puncak gunung dan mengubahnya menjadi kawah, yang saat ini dikenal sebagai Kawah Putih.

Dengan demikian, lokasi kawah tersebut persis berada di puncak Gunung Patuha dengan ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut (dpl). Layaknya objek wisata alam pegunungan, Kawah Putih menyajikan kesejukan udara yang cenderung dingin, berkisar 5-20 derajat Celsius.

Untuk mencapainya pun perlu sedikit perjuangan, yaitu harus mendaki lereng gunung yang berkelok-kelok. Justru itulah yang menjadi tantangan bagi wisatawan yang gemar berwisata alam sekaligus berpetualang.

Perjuangan tersebut tidak sia-sia jika kaki sudah menjejak bibir kawah. Umumnya, kawah dikelilingi pantai berpasir atau berumput. Tidak demikian halnya dengan Kawah Putih. Sekeliling kawah seluas sekitar satu hektare tersebut adalah kerikil putih. Konon, dari warna kerikil yang mengelilingi kawah itulah nama Kawah Putih berasal.

Warna permukaan air kawah sendiri tidak selalu putih. Air belerang yang mengisi danau kawah tersebut berubah-ubah sesuai dengan kadar kandungan mineral di dalamnya. Satu saat bisa berwarna hijau apel, di saat lain terlihat seperti langit yang kebiruan. Bahkan, di saat-saat tertentu warnanya berubah pekat kecokelatan. Eksotisme Kawah Putih bertambah dengan asap yang kerap mengepul dari permukaan air danau.

Di sekitar danau, pengunjung bisa menemukan lubang besar dengan kedalaman sekitar lima meter. Dari lubang tersebutlah bau belerang sesekali menyebar. Lubang tersebut sebelumnya adalah lokasi penambangan belerang.

Area objek wisata Kawah Putih itu memiliki luas sekitar enam hektare. Kurangnya infrastruktur dan fasilitas penunjang di lokasi wisata tersebut menjadi faktor jarangnya wisatawan berpelesir di sana.

Hanya pada hari-hari libur, kawasan Kawah Putih sedikit ramai dengan jumlah pengunjung sekitar 200 orang. Selebihnya, objek wisata yang sebenarnya menarik tersebut nyaris sepi pengunjung.

Tidak ada fasilitas penginapan bagi wisatawan yang ingin bermalam dan berlama-lama menikmati eksotisme pemandangan Kawah Putih. Untuk mendirikan tenda pun sepertinya agak sulit. Hanya ada tiga kamar mandi dan dua musala sebagai fasilitas bagi pengunjung.

Sebagai kenangan bahwa pernah berkunjung ke Kawah Putih, wisatawan bisa membeli cenderamata khas di kios-kios di dekat pintu keluar. Yang paling terkenal adalah buah stroberi. (jpnn/ruk)

Sumber

About these ads

One response to this post.

  1. ASSSSEEEEEEEEEKKKKKKKKKK
    GUD……….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,686 other followers

%d bloggers like this: