Seni Lukis Bali Jadi Koleksi Dunia

Sabtu, 19 Juni 2010 | 01:00 WIB

google.com

ilustrasi

DENPASAR, KOMPAS.com–Karya seni lukis tradisional Bali yang awalnya hanya diperdagangkan di emperan toko atau kaki lima, kini tercatat berhasil menjadi koleksi sejumlah museum di Bali dan nasional, bahkan sampai ke beberapa negara di belahan dunia.

“Karya seni yang telah berhasil menerobos sejumlah museum di belahan dunia itu, secara tidak langsung mampu mengangkat dan mengharumkan nama Bali, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Anak Agung Gede Rai, perintis dan pengelola Museum Arma Ubud, di Ubud, Bali, Jumat.

Ia mengatakan, kini banyak pelukis bermunculan dengan mengusung “bendera” seni lukis tradisional Bali sebagai sebuah proses kreatif unggulan.

Proses kreatif seni di atas kanvas tersebut berdampak positif terhadap pengembangan seni budaya, membangun sosial ekonomi masyarakat serta martabat seniman di forum internasional.

Keunggulan seni lukis tradisional Bali yang dikaji dari sudut tata nilai, dapat meyakinkan peminat sekaligus dapat diapresiasikan secara baik oleh masyarakat luas.

Agung Gede Rai menambahkan, proses pembelajaran seni lukis Bali selama ini dilakukan melalui jalur formal dan informal. “Keduanya secara terpadu mampu membangun identitas tersendiri,” katanya.

Dua seniman warga negara asing masing-masing Walter Spies dan Rodulf Bonnet, mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perubahan karya-karya pelukis Bali.

Walter Spies, warga negara Jerman dan Rodulf Bonnet, warga negara Belanda, secara kebetulan menemukan inspirasi dalam merampungkan karya seni, hingga kemudian memunculkan kebebasan kreatif pada seniman setempat.

Perubahan karya-karya seniman Bali dari seni lukis klasik ke kebebasan kreatif maupun perluasan tema, terjadi sejak tahun 1929.

Kedua seniman asing yang hidup menyatu dengan masyarakat Bali, tercatat sempat bergabung dalam organisasi kelompok pelukis dan pematung Pita Maha Ubud.

Menurut dia, perkembangan seni lukis tradisional Bali hingga kini tetap eksis, dan diharapkan mampu sejajar di tengah-tengah perkembangan seni modern atau komtemporer yang cukup pesat.

Seni lukis tradisional Bali adalah sebuah komunitas besar yang di dalamnya menyimpan pertumbuhan dan perkembangan dengan fenomena tersendiri.

“Fenomena yang muncul dari perkembangan seni lukis tradisional Bali itulah yang penting untuk diketahui oleh masyarakat luas,” ujar Agung Rai menambahkan.

Sumber

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,686 other followers

%d bloggers like this: