Archive for the ‘Sajak / Puisi’ Category

Puisi-Puisi D. Zawawi Imron

[ Minggu, 03 Januari 2010 ]

ODE BUAT GUS DUR

I

Aku tak tahu, kata apa yang pantas kami ucapkan

untuk melepaskan, setelah engkau bulat

menjadi arwah

Setiap daun kering pasti terlepas dari tangkai

bersama takdir Tuhan

Untuk itu kami resapi Al-Ghazali

bahwa tak ada yang lebih baik

daripada yang telah ditakdirkan Allah

Karena itu kami rela

mesti tak sepenuhnya mengerti

karena yang terindah adalah rahasia Continue reading

Taufiq Ismail Bangun Rumah Puisi

Rabu, 14 Mei 2008 | 20:42 WIB

JAKARTA, RABU - Hajatan majalah sastra Horison memperingati 55 tahun Taufiq Ismail dalam sastra Indonesia, yang Rabu (14/5) kemarin ditandai dengan peluncuran empat buku Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit, di Aula Mahkamah Konstitusi, Jakarta, mendapat sambutan luas berbagai kalangan. Apalagi, hasil penjualan seluruh buku akan disumbangkan untuk pembangunan Rumah Puisi, yang digagas Taufiq Ismail.

“Taufik Ismail tak ingin memperingati usianya, tapi perbuatannya. Sebab hidup itu perbuatan. Dalam 100 tahun kebangkitan nasional, Taufiq Ismail sudah berkiprah dalam sastra Indonesia 55 tahun. Dia salah satu dari sedikit sekali sastrawan Indonesia yang menaruh perhatian serius pada masalah sosial dan politik tanah airnya,” kata Penitia Pelaksana Taufiq Ismail 55 Tahun dalam Sastra Indonesia, Fadli Zon. Continue reading

MALU AKU MENATAP WAJAH SAUDARAKU PARA PETANI

 

Taufik IsmailKetika menatap Indonesia di abad 21 ini
Tampaklah olehku ratusan ribu desa,
Jutaan hektar sawah, ladang, perkebunan,
Peternakan, perikanan,
Di pedalaman, di pantai dan lautan,
Terasa olehku denyut irigasi, pergantian cuaca,
Kemarau dan banjir datang dan pergi
Dan tanah airku yang
Digebrak krisis demi krisis, seperti tak habis habis,
Terpincang-pincang dan sempoyongan. Continue reading

MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA

Oleh : Taufik Ismail

I

Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini Continue reading

Sajak-Sajak Rendra

Sajak Seorang Tua di Bawah Pohon

inilah sajakku
seorang tua yang berdiri di bawah pohon meranggas
dengan kedua tangan kugendongt di belakang
dan rokok kretek yang padam di mulutku Continue reading

Puisi-Puisi Kresno Mulyadi

Minggu, 10 Sept 2006,

HIKMAH
ketika langkah terhenti tiba-tiba
dan hasrat tak lagi leluasa
rembulan mengintip Continue reading

Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat

Oleh : A. Mustofa Bisri

Kalau kau sibuk berteori saja
Kapan kau sempat menikmati mempraktekan teori?
Kalau kau sibuk menikmati praktek teori saja
Kapan kau memanfaatkannya? Continue reading

Tak Pernah Kutemukan Wujudmu dalam Riuh

: buat Wayan Sunarta 

aku tak mengenalmu di Parangtritis atau Tanah Lot
tapi dari potret diri
yang bercerita tentang
sajaksajak yang menuai sepi
kisahmu  Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,530 other followers