<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kliping &#187; Tokoh</title>
	<atom:link href="http://icanxkecil.wordpress.com/category/tokoh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://icanxkecil.wordpress.com</link>
	<description>Sekedar Belajar Menghargai</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Dec 2009 15:03:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='icanxkecil.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/44d4224bd068812cd7cd66a5a71abe04?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kliping &#187; Tokoh</title>
		<link>http://icanxkecil.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://icanxkecil.wordpress.com/osd.xml" title="Kliping" />
		<item>
		<title>Gus Dur, Demokrasi &amp; Pribumisasi Islam</title>
		<link>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/12/31/gus-dur-demokrasi-pribumisasi-islam/</link>
		<comments>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/12/31/gus-dur-demokrasi-pribumisasi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 15:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icanxkecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icanxkecil.wordpress.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta – Sosok almarhum Abdurrahman Wahid dikenal luas di dunia internasional. Banyak catatan positif tentang kiprahnya memperjuangkan demokrasi dan ke-Islaman di Tanah Air.
Menarik menyimak pendapat Profesor Kaplan saat berpidato dalam pengukuhan Doktor Honoris Causa kepada KH Abdurrahman Wahid dari Universitas Paris. Gelar itu diberikan di 2001 itu ketika Gus Dur masih menjabat sebagai presiden.
&#8220;Comme [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=356&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.inilah.com/berita/galeri-opini/2009/12/31/251681/gus-dur-demokrasi-dan-pribumisasi-islam/" target="_blank">INILAH.COM</a>, Jakarta – Sosok almarhum Abdurrahman Wahid dikenal luas di dunia internasional. Banyak catatan positif tentang kiprahnya memperjuangkan demokrasi dan ke-Islaman di Tanah Air.</p>
<p>Menarik menyimak pendapat Profesor Kaplan saat berpidato dalam pengukuhan Doktor Honoris Causa kepada KH Abdurrahman Wahid dari Universitas Paris. Gelar itu diberikan di 2001 itu ketika Gus Dur masih menjabat sebagai presiden.<span id="more-356"></span></p>
<p>&#8220;Comme vous savez monsieur le President, L&#8217;Universite Paris I s&#8217;honore d&#8217;occuper une place eminente dans les trois domaines: des Sciences Juridiques et Politiques, des Sciences Economiques et de Gestion, et des Sciences Humaines. C&#8217;est a ces trois titres qu&#8217;elle vous decerne aujourd&#8217;hui le grade de Docteur Honoris Causa.&#8221;</p>
<p>(Seperti anda ketahui, bapak Presiden, Universitas Paris memiliki posisi luar biasa dalam tiga bidang, masing-masing ilmu hukum dan politik, ilmu ekonomi dan menejemen dan ilmu humaniora. Dalam tiga bidang inilah Anda hari ini mendapat gelar Doktor Honoris Causa).</p>
<p>Kaplan, Guru besar Kajian Timur Tengah ini dalam pidatonya mengatakan penghargaan kepada Gus Dur ini tepat waktunya, yaitu menyusul penghargaan yang sama, Doktor Honoris Causa kepada Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dan kepada Sekjen PBB Kofi Annan.</p>
<p>Jadi Abdurrahman Wahid adalah tokoh ketiga yang memperoleh kehormatan dari Universitas Paris I yang dulu termasyur dengan nama Universitas Sorbonne ini.</p>
<p>Tiga lapangan, kata Profesor Kaplan, yang menunjukkan jasa-jasa Abdurrahman Wahid dalam membangun demokrasi dan HAM yaitu memperkuat hukum dan politik, ekonomi dan menajemen dan humaniora.</p>
<p>Antara lain disebutnya jasa-jasa Abdurrahman Wahid membangun informasi yang bebas, membebaskan para tahanan politik dan perjuangan persamaan hak-hak bagi berbagai suku agama para minoritas dan hak perempuan.</p>
<p>Gus Dur pada gilirannya harus berterima kasih pertama-tama kepada isteri dan anak-anaknya karena keluarganyalah yang menderita dalam perjuangan membangun demokrasi sejak dia memimpin Nahdlatul Ulama dan Forum Demokrasi atau Fordem.</p>
<p>Di luar itu, Gus Dur amat dikenal dengan gagasan pribumisasi Islam dalam konteks lokal yang telah lama dikumandangkan oleh sejumlah sarjana Muslim Indonesia. Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur, adalah salah seorang pemikir dan ulama yang pertama mengemukakan gagasan tersebut.</p>
<p>Gagasan pentingya pribumisasi Islam dalam konteks lokal ini sangat penting dilakukan. Dengan demikian Muslim Indonesia dapat tetap mempertahankan identitas ke-Indonesia-annya yang khas. Tetapi pada saat yang sama dapat mengejawantahkan nilai-nilai Islam dalam praktik kehidupannya.</p>
<p>Menjadi seorang Muslim Indonesia tidak harus menjadi Arab. Lebih dari itu, kekhasan potret Islam Indonesia juga bukan mustahil dapat memberikan inspirasi bagi wilayah lain. Juga mengubah imej tentang Islam yang di kalangan Barat sering diasosiasikan dengan keras atau radikalnya Islam di Timur Tengah.</p>
<p>Kultur Islam Indonesia jelas memiliki keunikan tersendiri. Di Indonesia beragam tipe penafsiran atau aliran Islam ada, mulai dari yang disebut sebagai moderat, liberal, sampai pada corak Islam yang puritan dan radikal, semuanya tumbuh subur dan saling mengkampanyekan idenya masing-masing.</p>
<p>Tak pelak, dari percaturan berbagai corak ke- Islaman itu, Indonesia bak lahan subur bagi timbulnya dinamisasi pemikiran. Sebagaimana dulu Geertz melihat dinamisasi tersebut dan berkesimpulan bahwa Indonesia adalah Islam yang tumbuh dari proses ketekunan (Geertz: 1968).</p>
<p>Meskipun ketekunan yang dimaksud Geertz tersebut adalah derivasi dari kultur agraria, pertanian masa lalu. Tapi tentunya sebagai watak atau karakter, hal tersebut bisa pula mengejawantah pada era industri sekarang ini.</p>
<p>Hal itu berbeda dengan Maroko sebagaimana ia bandingkan. Kalau Indonesia adalah Islam yang tumbuh dari ketekunan, maka Maroko adalah Islam yang tumbuh dari keberanian. Faktor kultur dan geografislah yang membedakan. Bagaimana pun, kultur Islam Timur Tengah tidak memiliki pengalaman keragaman sosi-kultural-antropologis sebanyak Indonesia.</p>
<p>Seyogyanya semangat pribumisasi, kontekstualisasi atau apapun namanya di Indonesia, hendaklah tidak berhenti disuarakan. Para cendikiawan Muslim Indonesia hendaknya terus menggali semangat dan nilai-nilai Islam yang sering dikesampingkan penerapannya di Negeri ini.</p>
<p>Jujur harus diakui, sekarang ini kalaupun ada semangat menerapkan syariat Islam, yang menonjol adalah masih dalam level ‘cangkang’ luarnya, dan belum mengutamakan implementasi syariat yang langsung bersentuhan dengan kepentingan serta kesejahteraan masyarakat luas, baik muslim maupun non-Muslim.</p>
<p>Ada keyakinan, ke depan, agenda pribumisasi atau kontektualisasi Islam Indonesia yang Gus Dur ‘canangkan’ bisa benar-benar mewakili ruh dan esensinya. Yang dibutuhkan saat ini adalah aksi riil umat Islam bagi kepedulian sosial dan pendalaman demokrasi, bukan sekedar simbol, ucapan dan bahasan yang melelahkan. [mdr]</p>
<p>Ahluwalia</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icanxkecil.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icanxkecil.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icanxkecil.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icanxkecil.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icanxkecil.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icanxkecil.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icanxkecil.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icanxkecil.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icanxkecil.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icanxkecil.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=356&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/12/31/gus-dur-demokrasi-pribumisasi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf920b71b6ec0519a7a950146c1933f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">icanxkecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gus Dur Wafat</title>
		<link>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/12/31/gus-dur-wafat/</link>
		<comments>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/12/31/gus-dur-wafat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 14:27:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icanxkecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icanxkecil.wordpress.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 30 Desember 2009 &#124; 19:07 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dipastikan meninggal dunia pukul 18.45 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kabar tersebut dibenarkan putri Gus Dur, Yenny Wahid, melalui telepon kepada Kompas.com.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Rabu (30/12/2009) petang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=341&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Rabu, 30 Desember 2009 | 19:07 WIB</p>
<p>JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dipastikan meninggal dunia pukul 18.45 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kabar tersebut dibenarkan putri Gus Dur, Yenny Wahid, melalui telepon kepada Kompas.com.<span id="more-341"></span></p>
<p>Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Rabu (30/12/2009) petang. Presiden Yudhoyono tiba di halaman RSCM sekitar pukul 18.30 menggunakan mobil kepresidenan dengan pengawalan tidak terlalu ketat, yakni hanya dikawal lima mobil Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).</p>
<p>Presiden Yudhoyono yang mengenakan kemeja batik berwarna coklat tampak masuk dari pintu utama RSCM langsung menuju kamar tempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dirawat sejak beberapa hari lalu. Tidak tampak Ibu Negara Ani Yudhoyono mendampingi Presiden. Sekitar 10 menit setelah Presiden tiba, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih datang dengan tampak agak terburu-buru. Ia kemudian segera menyusul ke kamar tempat Gus Dur dirawat yang sedang dikunjungi Presiden.</p>
<p>Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dirawat di Ruang VVIP Nomor 116 Gedung A RSCM. Sebelum dirawat di RSCM Jakarta, Gus Dur sempat menjalani perawatan medis di RS Jombang Jawa Timur, pada Kamis (24/12/2009), karena kelelahan setelah melakukan kunjungan ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur.</p>
<p><a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/12/30/19073028/Gus.Dur.Wafat" target="_blank">Sumber</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icanxkecil.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icanxkecil.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icanxkecil.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icanxkecil.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icanxkecil.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icanxkecil.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icanxkecil.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icanxkecil.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icanxkecil.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icanxkecil.wordpress.com/341/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=341&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/12/31/gus-dur-wafat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf920b71b6ec0519a7a950146c1933f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">icanxkecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perancang Lambang RI yang terlupakan&#8230;</title>
		<link>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/11/25/perancang-lambang-ri-yang-terlupakan/</link>
		<comments>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/11/25/perancang-lambang-ri-yang-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 06:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icanxkecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icanxkecil.wordpress.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[
SEPANJANG orang Indonesia, siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=330&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://icanxkecil.files.wordpress.com/2009/11/garuda-pancasila.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-333" title="garuda-pancasila" src="http://icanxkecil.files.wordpress.com/2009/11/garuda-pancasila.jpg?w=272&#038;h=297" alt="" width="272" height="297" /></a></p>
<p>SEPANJANG orang Indonesia, siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.<span id="more-330"></span></p>
<p>Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak –keduanya sekarang di Negeri Belanda.</p>
<p>Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.</p>
<p>Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda. Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran. Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar &#8211; karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.<br />
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.</p>
<p>Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.</p>
<p>Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.</p>
<p>Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.<br />
Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.**</p>
<p>Sultan Hamid II Pencipta Burung Garuda<br />
Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak, Kalbar ini adalah pencipta Burung Garuda. Sultan Hamid juga orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer.</p>
<p>Pontianak: Nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie memang kurang dikenal di Tanah Air. Padahal, tokoh nasional dari Pontianak, Kalimantan Barat ini adalah pencipta lambang negara Indonesia, Burung Garuda.</p>
<p>Selain pencipta lambang negara, Syarif yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak ini juga adalah orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer, yaitu mayor jendral.</p>
<p>Sultan Hamid membuat lambang negara berdasarkan penugasan Presiden Sukarno pada 1950. Saat itu dia menjabat menteri tanpa porto folio. Rekannya, Muhammad Yamin sebenarnya juga membuat rancangan lambang negara, Namun, Sukarno akhirnya memilih rancangan Sultan Hamid. Setelah disempurnakan, gambar Burung Garuda diresmikan Sukarno sebagai lambang negara pada 10 Februari 1950.</p>
<p>Salinan sketsa Burung Garuda yang tersimpan di Keraton Kadriah, Pontianak ini menunjukkan proses pembuatan lambang negara sangat rumit hingga harus diubah berkali-kali.</p>
<p>Sumber <em><strong><a href="http://www.forumbebas.com/thread-54924.html" target="_blank">disini</a></strong></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icanxkecil.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icanxkecil.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icanxkecil.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icanxkecil.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icanxkecil.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icanxkecil.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icanxkecil.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icanxkecil.wordpress.com/330/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icanxkecil.wordpress.com/330/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icanxkecil.wordpress.com/330/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=330&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/11/25/perancang-lambang-ri-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf920b71b6ec0519a7a950146c1933f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">icanxkecil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://icanxkecil.files.wordpress.com/2009/11/garuda-pancasila.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">garuda-pancasila</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata Bijak</title>
		<link>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/05/28/282/</link>
		<comments>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/05/28/282/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 12:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icanxkecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icanxkecil.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Berbicara dengan baik dan fasih adalah seni yang hebat, tapi mengetahui saat yang tepat untuk berhenti berbicara juga tindakan yang sama-sama hebat.&#8221;ÃÂ  Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791), komposer legendaris asal Austria
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=282&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_283" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-283" title="mozart_gemaelde_1024x768" src="http://icanxkecil.files.wordpress.com/2009/05/mozart_gemaelde_1024x768.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Mozart Gemaelde" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Mozart Gemaelde</p></div>
<p>&#8220;Berbicara dengan baik dan fasih adalah seni yang hebat, tapi mengetahui saat yang tepat untuk berhenti berbicara juga tindakan yang sama-sama hebat.&#8221;ÃÂ  Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791), komposer legendaris asal Austria</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icanxkecil.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icanxkecil.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icanxkecil.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icanxkecil.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icanxkecil.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icanxkecil.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icanxkecil.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icanxkecil.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icanxkecil.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icanxkecil.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=282&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/05/28/282/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf920b71b6ec0519a7a950146c1933f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">icanxkecil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://icanxkecil.files.wordpress.com/2009/05/mozart_gemaelde_1024x768.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mozart_gemaelde_1024x768</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tin Mulyawati, Atasi Sulitnya Kimia dengan Biji Sempoa</title>
		<link>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/05/26/tin-mulyawati-atasi-sulitnya-kimia-dengan-biji-sempoa/</link>
		<comments>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/05/26/tin-mulyawati-atasi-sulitnya-kimia-dengan-biji-sempoa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 15:36:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icanxkecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icanxkecil.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 19 Mei 2009 &#124; 15:03 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com — Prihatin terhadap nilai kimia para siswanya yang di bawah standar akibat kurang aktif belejar, Tin Mulyawati merancang metode baru belajar kimia berupa &#8216;Pengisian Konfigurasi Elektron Menggunakan Biji Sempoa&#8217;. Hasilnya, 99 persen siswa lebih aktif belajar.
Awalnya, Tin Mulyawati, SPd merasakan bahwa besar kemungkinan para siswa tersebut menganggap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=252&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selasa, 19 Mei 2009 | 15:03 WIB</p>
<div id="attachment_253" class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><img class="size-full wp-image-253" title="Tin Mulyawati" src="http://icanxkecil.files.wordpress.com/2009/05/1457394p.jpg?w=298&#038;h=224" alt="Besar kemungkinan siswa menganggap kimia adalah pelajaran yang sulit dan membosankan karena diajarkan hanya lewat teori, bukan praktik." width="298" height="224" /><p class="wp-caption-text">Besar kemungkinan siswa menganggap kimia adalah pelajaran yang sulit dan membosankan karena diajarkan hanya lewat teori, bukan praktik.</p></div>
<p>BANDUNG, KOMPAS.com — Prihatin terhadap nilai kimia para siswanya yang di bawah standar akibat kurang aktif belejar, Tin Mulyawati merancang metode baru belajar kimia berupa &#8216;Pengisian Konfigurasi Elektron Menggunakan Biji Sempoa&#8217;. Hasilnya, 99 persen siswa lebih aktif belajar.<span id="more-252"></span></p>
<p>Awalnya, Tin Mulyawati, SPd merasakan bahwa besar kemungkinan para siswa tersebut menganggap kimia adalah pelajaran yang sulit dan membosankan. Tin menambahkan, kebetulan materi pelajaran kimia di semester satu kelas X yang diasuhnya itu banyak berupa teori dan abstrak. Materi tentang struktur atom, misalnya.</p>
<p>Alhasil, konsep pembelajarannya terkesan monoton. &#8220;Siswa sulit membayangkan bagaimana itu atom dan hal itu menyebabkan siswa tidak dapat menyerap pelajaran secara maksimal,&#8221; kata guru pelajaran kimia di SMA Negeri 25, Bandung, ini.</p>
<p>Mulailah, Tin membuat suatu bagan &#8216;Konfigurasi Elektron Menggunakan Biji Sempoa&#8217;, yaitu sebuah alat peraga berupa diagram mnemonik Moeller yang menggunakan biji sempoa.</p>
<p>Pada diagram itu, Tin menganalogikan biji-biji sempoa sebagai elektron. Konfigurasi biji sempoa atau elektron tersebut ditentukan oleh jumlah elektron itu sendiri, yang bergerak mengelilingi inti pada lintasan sesuai tingkat energinya.</p>
<p>&#8220;Hasilnya, pada saat pelajaran berlangsung 99 persen siswa aktif berinteraksi baik dengan guru atau dengan sesama siswa lainnya,&#8221; ujar Tin. &#8220;Padahal sebelumnya, dari 8 kelas rata-rata hanya 17 persen siswa yang aktif mengikuti pelajaran kimia ini,&#8221; tandas Tin.</p>
<p>Di mata para siswa, metode tersebut pun diakui sangat membawa perubahan. Ganjar, siswa Kelas X C SMA Negeri 25, Bandung, misalnya, mengaku bahwa konsep belajar praktik tersebut ternyata lebih mudah dimengerti daripada membaca atau menghafalnya dalam bentuk teori. &#8220;Apalagi alat peraga ini bisa dibawa ke mana-mana,&#8221; kata Ganjar.</p>
<p>Pendapat senada dilontarkan oleh Lira Mayora, siswi Kelas X-A di sekolah yang sama. &#8220;Kita tidak merasa bosan dan malas, karena cara ini terus membuat kita selalu aktif dan komunikatif,&#8221; kata Lira.</p>
<p>Penghargaan CSF 2007</p>
<p>Lahir di Bandung, 26 November 1968, Tin Mulyawati, SPd merupakan anak ke-10 dari 11 bersaudara. Meskipun mengakui Matematika adalah pelajaran yang paling disukainya, Tin justru memilih jurusan kimia saat dirinya mengenyam pendidikan tinggi di Diploma III Kimia ITB, Bandung. Tin memperoleh jurusan tersebut melalui jalur PMDK III dan lulus pada 1990.</p>
<p>Lulusan SMA Negeri 14 Bandung ini lalu melanjutkan studinya di Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan IPA Kimia, Universitas Terbuka. Hanya empat tahun. yaitu pada 1994, Tin lulus dan meraih gelar sarjananya.</p>
<p>Berpredikat sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Tin mengajar di SMA Negeri 25 Bandung. Saat ini, selain di SMAN 25 Bandung, ibu berputra dua ini juga mengajar kimia di SMA Taruna Bakti sebagai guru lab kimia, tutor kimia di lembaga bimbingan belajar SSC Bandung, serta staf pengajar kimia di SMA unggulan Alfa Centauri Bandung.</p>
<p>Demi menunjang profesinya sebagai guru, Tin banyak mengikuti berbagai pelatihan, mulai Sanggar Pemantapan Kerja Guru (SPKG), Pemantapan Kerja Guru (PKG), Musyawarah Kerja Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia, kaizen kimia, serta seminar-seminar, lokakarya ataupun workshop berkaitan dengan peningkatan profesionalismenya.</p>
<p>Sampai akhirnya, pada 2007 Tin mengajukan proposal hasil rancangannya berjudul &#8220;Pengisian Konfigurasi Elektron Menggunakan Biji Sempoa&#8221; ke Yayasan Hope Indonesia. Pengajuan tersebut adalah untuk mengikuti pemilihan aktivitas terbaik para guru melalui program &#8216;Citi Success Program (CSF) 2007&#8242;. Hasilnya, Tin terpilih sebagai guru dengan aktivitas terbaik dari CSF 2007.</p>
<p>&#8220;Selain memudahkan siswa memahami cara pengisian konfigurasi elektron, alat peraga ini terbukti mampu meningkatkan interaksi antarsiswa dengan guru sehingga tercipta pembelajaran yang aktif dan menyenangkan,&#8221; kata Tin. &#8220;Bagi sekolah, program ini semoga bisa bermanfaat sebagai inventarisasi baru alat-alat peraga IPA yang berguna bagi siswa-siswi lain tentunya,&#8221; tambahnya.</p>
<p>LTF</p>
<p><a href="http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/05/19/15034840/tin.mulyawati.atasi.sulitnya.kimia.dengan.biji.sempoa" target="_blank">Sumber</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icanxkecil.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icanxkecil.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icanxkecil.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icanxkecil.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icanxkecil.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icanxkecil.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icanxkecil.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icanxkecil.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icanxkecil.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icanxkecil.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=252&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icanxkecil.wordpress.com/2009/05/26/tin-mulyawati-atasi-sulitnya-kimia-dengan-biji-sempoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf920b71b6ec0519a7a950146c1933f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">icanxkecil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://icanxkecil.files.wordpress.com/2009/05/1457394p.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tin Mulyawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Tiga Benua Rindu Rambutan</title>
		<link>http://icanxkecil.wordpress.com/2008/05/24/ilmuwan-tiga-benua-rindu-rambutan/</link>
		<comments>http://icanxkecil.wordpress.com/2008/05/24/ilmuwan-tiga-benua-rindu-rambutan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 11:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icanxkecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icanxkecil.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Andrivo Rusydi &#38; Peter Abbamonte (Dok. Brookhaven National Laboratory)Di Indonesia tak banyak yang tahu siapa itu Prof. Dr. Andrivo Rusydi. Padahal, di dunia internasional, ilmuwan muda asal Indonesia yang baru berusia 31 tahun ini sangat dikenal. Dia kini tengah melakukan penelitian di tiga negara, Amerika Serikat, Hamburg, dan Singapura. Andrivo di usia mudanya menjadi visiting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=159&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://icanxkecil.files.wordpress.com/2008/05/20.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-160" src="http://icanxkecil.files.wordpress.com/2008/05/20.jpg?w=250&#038;h=175" alt="" width="250" height="175" /></a>Andrivo Rusydi &amp; Peter Abbamonte (Dok. Brookhaven National Laboratory)Di Indonesia tak banyak yang tahu siapa itu Prof. Dr. Andrivo Rusydi. Padahal, di dunia internasional, ilmuwan muda asal Indonesia yang baru berusia 31 tahun ini sangat dikenal. Dia kini tengah melakukan penelitian di tiga negara, Amerika Serikat, Hamburg, dan Singapura. Andrivo di usia mudanya menjadi visiting professor bidang fisika di Universitas Hamburg, dan peneliti tetap di University of Singapore.</p>
<p>Karir intelektual Andrivo dimulai tahun 1998, ketika ia tamat dari Institut Teknologi Bandung Jurusan Fisika. Lelaki kelahiran Padang, Sumatra Barat, tahun 1976, ini melanjutkan program studi master di Rijkuniversiteit Groningen, Belanda, dan merampungkan program S3. Sembari mengerjakan program di universitas yang sama, Andrivo melakukan penelitian di National Synchrotron Light Source (NSLS) of Brookhaven National Laboratory (BNL), Amerika Serikat, sejak tahun 2001.<span id="more-159"></span></p>
<p>Peneliti fisika ini langsung mendapat perhatian oleh para ilmuwan dunia. Ia mendapat berbagai tawaran mengajar dan meneliti di Universitas Hamburg. Belakangan, ia memilih menjadi peneliti tetap di National University of Singapore. Sejak 2005, lelaki kelahiran 1976 ini diminta Universitas Hamburg untuk melakukan riset inovatif. Tidak banyak ilmuwan yang berpengalaman dalam energi soft X-ray scattering.</p>
<p>Di Universitas Hamburg, Jerman, Andrivo tengah melakukan penelitian dasar mengenai nano-structure. Universitas Hamburg memang giat mengadakan penelitian free electron laser yang pertama dan satu-satunya di dunia dengan fasilitas Hasylab yang memberikan kesempatan untuk meneliti sesuatu yang baru. Kesempatan ini tak dapat begitu saja dicapai karena membutuhkan Syncrotron.</p>
<p>Pemerintah Jerman mengalokasikan dana sekitar 3 juta euro untuk membangun VUV-FEL (vacuum ultra-violet&#8211;free electron laser raman stektroskopi) yang kemudian digunakan secara bersama oleh para ilmuwan di Jerman dan mancanegara. Alat ini diharapkan untuk menguak interaksi fisika dan kimia dari material yang selama ini masih tersembunyi. Interaksi itu hanya dapat dilihat dengan ukuran molekul yang besarnya dalam besaran nano atau 10 pangkat minus 9 meter.</p>
<p>Selain meneliti, Andrivo juga ditawari mengajar di Uni Hamburg pada mata kuliah advanced solid state physics (fisika zat padat tingkat lanjut) di Jurusan Fisika jenjang tingkat akhir master.</p>
<p>Walaupun lebih terkenal dan hidup berkecukupan di luar negeri, Andrivo masih menyimpan minat untuk kembali ke Indonesia. Ia mengaku kangen buah-buahan asal Indonesia. &#8221;Apalagi kalau bisa memetik rambutan langsung dari pohonnya,&#8221; ungkap putra pertama pasangan H. Drs. Rusydi Rusyid, MA, dan Hj. Ulvi Mariati, SKp, Mkes, ini. Ia berpendapat bahwa kekayaan hayatilah yang sebetulnya dapat membuat Indonesia dapat mendominasi pasar buah internasional. Sayang, peluang ini belum digarap secara serius.</p>
<p>Karena itu, ia memendam hasrat untuk kembali ke Indonesia dan mengembangkan pengetahuan di negara kelahirannya. Ia ingin agar orang muda Indonesia mendapat pendidikan yang layak. &#8221;Pendidikan itu sangat penting, karena akan menciptakan kesejahteraan,&#8221; kata Andrivo. Ia ingin Indonesia seperti Jerman yang maju karena pendidikannya. &#8221;Sampai-sampai pendidikan di Jerman sangat murah!&#8221; tuturnya.</p>
<p>Miranti Soetjipto-Hirschmann (Jerman)<br />
[1970-Sekarang, Gatra Edisi Khusus Beredar Kamis, 15 Mei 2008]</p>
<p>Sumber <a href="http://www.gatra.com/artikel.php?id=114973" target="_blank">Gatra.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/icanxkecil.wordpress.com/159/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/icanxkecil.wordpress.com/159/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icanxkecil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icanxkecil.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icanxkecil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icanxkecil.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icanxkecil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icanxkecil.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icanxkecil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icanxkecil.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icanxkecil.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icanxkecil.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=159&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icanxkecil.wordpress.com/2008/05/24/ilmuwan-tiga-benua-rindu-rambutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf920b71b6ec0519a7a950146c1933f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">icanxkecil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://icanxkecil.files.wordpress.com/2008/05/20.jpg?w=250" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Taufiq Ismail Bangun Rumah Puisi</title>
		<link>http://icanxkecil.wordpress.com/2008/05/14/taufiq-ismail-bangun-rumah-puisi/</link>
		<comments>http://icanxkecil.wordpress.com/2008/05/14/taufiq-ismail-bangun-rumah-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 23:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icanxkecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sajak / Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icanxkecil.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[



Rabu, 14 Mei 2008 &#124; 20:42 WIB
JAKARTA, RABU - Hajatan majalah sastra Horison memperingati 55 tahun Taufiq Ismail dalam sastra Indonesia, yang Rabu (14/5) kemarin ditandai dengan peluncuran empat buku Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit, di Aula Mahkamah Konstitusi, Jakarta, mendapat sambutan luas berbagai kalangan. Apalagi, hasil penjualan seluruh buku akan disumbangkan untuk pembangunan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=150&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="judulisiberita" style="margin:5px 0;"></div>
<div style="width:300px;float:left;margin-right:10px;"><!--- video --></p>
<div style="padding:0;"></div>
</div>
<div class="tanggal">Rabu, 14 Mei 2008 | 20:42 WIB</div>
<p><strong>JAKARTA, RABU -</strong> Hajatan majalah sastra <em>Horison</em> memperingati 55 tahun Taufiq Ismail dalam sastra Indonesia, yang Rabu (14/5) kemarin ditandai dengan peluncuran empat buku <em>Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit</em>, di Aula Mahkamah Konstitusi, Jakarta, mendapat sambutan luas berbagai kalangan. Apalagi, hasil penjualan seluruh buku akan disumbangkan untuk pembangunan Rumah Puisi, yang digagas Taufiq Ismail.</p>
<p>&#8220;Taufik Ismail tak ingin memperingati usianya, tapi perbuatannya. Sebab hidup itu perbuatan. Dalam 100 tahun kebangkitan nasional, Taufiq Ismail sudah berkiprah dalam sastra Indonesia 55 tahun. Dia salah satu dari sedikit sekali sastrawan Indonesia yang menaruh perhatian serius pada masalah sosial dan politik tanah airnya,&#8221; kata Penitia Pelaksana Taufiq Ismail 55 Tahun dalam Sastra Indonesia, Fadli Zon.<span id="more-150"></span></p>
<p>Taufiq Ismail adalah sastrawan terkemuka. Karya-karyanya berupa puisi, esai, cerita pendek, drama, dan laporan jurnalistik dengan tema yang sangat beragam, yang ditulis sejak 1953 sampai 2008, dibukukan secara lengkap 4 jilid dengan total halaman 2.996 halaman.</p>
<p>Buku <em>Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit 1: Himpunan Puisi 1953-2008</em>. Berisi puisi lengkap Taufiq Ismail yang ditulis sejak 1953-2008 (tebal buku xxxi + 1076 halaman). <em>Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit 2: Himpunan Tulisan 1960-2008</em>, berisi tulisan Taufiq berupa kolom, artikel, dan lain-lain di berbagai media (xxxiv + 881 halaman). <em>Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit 3: Himpunan Tulisan 1960-2008</em>, berisikan laporan perjalanan, obituari, pengantar buku, cerita pendek, drama (xxxii + 880 halaman). Dan <em>Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit 4: Himpunan Lirik Lagu 1972-2008,</em> berisi lirik lagu Taufiq Ismail yang dinyanyikan oleh Grup Musik Bimbo, Ahmad Albar, Nicky Astria, Chrisye, Gita Gutawa, Arman Maulana, Duta, dan lain-lain (xx + 150 halaman).</p>
<p>Peluncuran buku ditandai dengan penyerahan buku oleh Jamal D Rahman dari Penerbit Majalah Sastra <em>Horison</em> kepada Taufiq Ismail. Kemudian sastrawan kelahiran Bukittinggi ini menyerahkan satu set buku ke berbagai kalangan, termasuk kepada generasi muda. Tak ada sambutan khusus dari Taufiq, kecuali pembacaan puisi karya-karyanya, yang dibacakan dengan atraktif, menarik, dan memukau oleh Imam Soleh.</p>
<p>Rencananya satu puisi, &#8220;Tukang Rambutan&#8221; , tapi tetamu minta tambah lagi. Akhirnya, dibacakan lagi puisi &#8220;Serba Sebelah&#8221; . Grup Musik Bimbo, juga menyanyikan khusus lima lagu yang liriknya ditulis Taufiq Ismail, yaitu &#8221; Dengan Puisi&#8221; , &#8221; Adakah Suara Cemara&#8221; , &#8221; Bermata tapi Tak Melihat&#8221; , &#8221; Lailatul Qadar&#8221; , dan diakhiri &#8220;Sajadah Panjang &#8220;. &#8221; Dari Bimbo, ada kado lain. Kotak Ajaib, yang menyimpan 100 lagu Bimbo, yang bisa didengar sewaktu-waktu Pak Taufiq rindu,&#8221; kata Sam. Kado diserahkan anaknya, Nun.</p>
<p>Yang juga menarik sebelumnya, orasi budaya oleh Anies Baswedan, tentang Generasi Taufiq Ismail dan Transformasi Struktural Masyarakat. &#8220;Taufiq Ismail memang menembus batas bangsa-bangsa. Tapi nampaknya rumah Taufiq Ismail itu memang Indonesia.</p>
<p>Kepeduliannya kepada bangsa Indonesia melebihi deretan puisi-puisi yang pernah ditulisnya tentang bangsa lain. Bahkan, membaca lebih jauh tentang Taufiq Ismail dan puisi-puisinya, saya yakin bahwa dia selalu menhajak ke masa depan. Dia tengok masa lalu sesekali, kemudian dia paksa kita melongok masa depan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Anies, yang baru-baru ini terpilih sebagai salah satu dari 100 tokoh intelektual dunia, potret perjalanan Taufiq Ismail adalah potret sebuah transformasi sosial di Indonesia. Ia sendiri merekam bacaannya atas Indonesia. Ia menjadi saksi permanen naik-turunnya denyut jantung bangsa.</p>
<p>Lewat kata-katanya yang cerdas, ia membukakan pikiran dan hati. Tentang Rumah Puisi, Taufiq Ismail mengatakan, gagasan itu tumbuh dari pengalaman kolektifnya bersama redaktur <em>Horison</em> dan sahabat-sahabat sastrawan dalam 10 program gerakan membawa sastra ke sekolah-sekolah, sejak 1998-2008.</p>
<p>&#8220;Rumah Puisi telah mulai pembangunannya, 20 Februari 2008, dengan modal pertama dari perolehan hadiah sastra Habibie Award 2007, sekitar Rp200 juta setelah dipotong pajak. Lokasinya di kaki Gunung Merapi dan Gunung Singgalang, di Nagari Aia Angek, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat. Lokasinya antara Kota Padangpanjang dan Kota Bukittinggi, yang dikelilingi keindahan alam yang menawan, &#8221; jelas Taufiq.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, aktor dan sastrawan Ikranegara, menyerahkan secara simbolis koleksi buku-buku pribadinya selama 30 tahun untuk Rumah Puisi. &#8221; Pak Taufiq adalah salah satu orangtua saya ketika merantau ke Jakarta, selain Arifin C Noor. Untuk Rumah Puisi, yang dibangun untuk kemajuan anak bangsa, semua koleksi saya selama 30 tahun, akan saya serahkan. Penyerahan ensiklopedia ini hanya simbolis, &#8221; kata Ikranegara.</p>
<p>Sedangkan budayawan Emha Ainun Najib, membacakan doa-doa khusus untuk Taufiq Ismail, agar diberi berkah kesehatan, kesempatan untuk terus memberikan yang terbaik buat bangsa, untuk kemajuan anak bangsa.<br />
<strong>Yurnaldi</strong></p>
<p>Sumber KOMPAS.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/icanxkecil.wordpress.com/150/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/icanxkecil.wordpress.com/150/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icanxkecil.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icanxkecil.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icanxkecil.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icanxkecil.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icanxkecil.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icanxkecil.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icanxkecil.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icanxkecil.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icanxkecil.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icanxkecil.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=150&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icanxkecil.wordpress.com/2008/05/14/taufiq-ismail-bangun-rumah-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf920b71b6ec0519a7a950146c1933f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">icanxkecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PADMOSANTJOJO: SI TUKANG BONGKAR-PASANG OTAK</title>
		<link>http://icanxkecil.wordpress.com/2008/03/02/padmosantjojo-si-tukang-bongkar-pasang-otak/</link>
		<comments>http://icanxkecil.wordpress.com/2008/03/02/padmosantjojo-si-tukang-bongkar-pasang-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 23:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>icanxkecil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://icanxkecil.wordpress.com/2008/03/02/padmosantjojo-si-tukang-bongkar-pasang-otak/</guid>
		<description><![CDATA[Melihat sosok tinggi besar dengan rambut gondrongnya, orang bisa salah mengira ia seniman. Siapa sangka dialah dokter bedah syaraf yang pernah menggemparkan dunia kedokteran dengan operasi kembar siam dempet kepala. Seunik penampilannya, unik pula pribadi dokter yang ogah menarik bayaran dari pasiennya itu.

Matahari belum terlalu tinggi, panasnya di tahun 1970-an pun belum semenyengat akhir-akhir ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=122&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font color="#ff3399" face="Times New Roman" size="3"><span><i>Melihat sosok tinggi besar dengan rambut gondrongnya, orang bisa salah mengira ia seniman. Siapa sangka dialah dokter bedah syaraf yang pernah menggemparkan dunia kedokteran dengan operasi kembar siam dempet kepala. Seunik penampilannya, unik pula pribadi dokter yang ogah menarik bayaran dari pasiennya itu.</i></span></font><span id="more-122"></span><span style="font-size:12pt;"></p>
<div></div>
<p></span><font face="Arial" size="2"><span>Matahari belum terlalu tinggi, panasnya di tahun 1970-an pun belum semenyengat akhir-akhir ini. Sebuah bus kota yang melaju kencang tiba-tiba berhenti di sudut Bundaran HI yang menuju arah Jln. Diponegoro, Jakarta Pusat. Satu penumpang pria sigap meloncat turun dan tergopoh-gopoh mengampiri lelaki bertubuh tinggi besar yang menanti di halte dekat sudut jalan.</p>
<div> &#8220;Dokter lupa sama saya, ya?&#8221; tanya si penumpang. &#8220;Dulu saya pernah lumpuh, lalu dioperasi Pak Dokter. Tapi belum sampai pulih, dokter sudah terbang ke Belanda. Lihat sekarang, tak cuma berjalan, lari pun saya bisa,&#8221; kenang Prof. dr. R.M. Padmosantjojo (62), ahli bedah syaraf dari RSUPN Cipto Mangunkusumo. Saat itu ia memilih naik bus umum karena sepulang dari Belanda tahun 1970 ia sempat tidak mendapat gaji selama setahun.</div>
<div> &#8220;Pengalaman seperti itu sering saya alami. Saya terharu &#8230;,&#8221; ujarnya sambil mengingat sejumlah pasien dari golongan bawah yang terkadang mengiriminya pisang, pepaya hasil kebun sendiri, atau kue jajanan sederhana sebagai tanda terima kasih. Ujud lain tercermin saat begitu banyak mantan pasien yang menjenguk usai ia menjalani bedah jantung koroner tahun 1980.</div>
<div> Awal tahun 1970-an, sepulang dari Belanda, dia satu-satunya ahli bedah syaraf yang aktif memenuhi panggilan di berbagai rumah sakit di wilayah RI. Tambahan lagi ia tidak memungut biaya operasi di berbagai RS pemerintah. Tidak heran bila jumlah pasien yang berhasil ditangani tidak terhitung jumlahnya.</div>
<div> Kini, menurut Padmo, ahli bedah syaraf sudah 64 orang. &#8220;Tentu mereka tidak bisa disamakan dengan saya yang suka kasih gratis. Idealisme saya mungkin saja dianggap aneh. Sudah tidak praktik, tidak terima duit, mana ada!&#8221; ujar dokter yang merasa bahagia bila berhasil menolong orang.</div>
<div> Alasannya, tak tega menagih. Ia sering menemui pasien yang kehabisan uang, malah ada pula yang terlilit utang, dalam masa pengobatan pascaoperasi. &#8220;Masa penyembuhan pasien bedah syaraf, apalagi tumor otak atau stroke berat, cukup lama. Setelah operasi masih butuh pengobatan lain yang tidak sedikit biayanya,&#8221; ujarnya sambil menyayangkan belum adanya kesadaran masyarakat ikut asuransi kesehatan.</div>
<div> Ahli bedah syaraf lulusan Rijksuniversiteit, Groningen, Belanda (1970) itu, beroleh gelar profesor setelah tahun 1987 berhasil memisahkan kembar siam dempet kepala (<i>craniopagus</i>), Yuliana &#8211; Yuliani (saat itu berusia dua     bulan 21 hari), asal Riau.</div>
<div> Hasil pembedahan ini sempat menggegerkan kalangan dunia kedokteran bedah internasional. &#8220;Soalnya, ada kasus sama di Jerman. Bayi kemudian dibawa ke AS, tapi malah meninggal karena pembedahan harus menunggu sampai usia 13 bulan.&#8221; Kasus di Afrika Selatan pun tak berhasil. Jadi, kalau membedah, ya, semenjak kecil sekalian.</div>
<div> Ketenarannya bertambah ketika stasiun televisi di Eropa dan Kanada menayangkan keberhasilannya. Hingga kini Padmo yang dipanggil Pak De oleh kedua anak kembar siam itu masih berhubungan. Ia pun tetap membantu biaya si kembar Ana dan Ani. &#8220;Mereka sudah SMP,&#8221; katanya bangga.</div>
<div> Padmo demikian dielu-elukan di negeri orang, tapi kenapa ia tetap pulang? &#8220;Aku cinta bangsaku,&#8221; katanya. Pernah diminta kembali ke universitasnya pun ia tidak mau. &#8220;Bangsaku membutuhkan tenagaku, apalagi saat itu keahlian ini masih langka&#8221;.</div>
<div>     <b>Cepat bertindak</b></div>
<div> Mengapa ia memilih bidang rumit ini? &#8220;Banyak tantangannya, &#8221; aku pria kelahiran Kediri, 26 Februari 1938 ini. Lulus dari Fakultas Kedokteran UI (FKUI) tahun 1963, ia memperdalam spesialisasi penyakit syaraf. Setelah beberapa tahun menjadi asisten Prof. Mahar Mardjono (ahli penyakit syaraf) dan ujian bedahnya berhasil dengan baik, ia disarankan mengambil keahlian bedah syaraf. &#8220;Karena ahlinya jarang, saya sedikit saingan. Selain itu, bekerjanya lebih leluasa.&#8221;</div>
<div> Alasan lain, &#8220;Agar penanganan kelainan syaraf bisa komplet dan tuntas,&#8221; tambahnya. Jadi, bisa disatu-atapkan karena dokter ahli syaraf dan dokter ahli bedah syaraf biasanya orang yang berbeda.</div>
<div> Menjadi tukang bongkar otak alias ahli bedah syaraf, menurut Padmo, sangat mengasyikkan meski mensyaratkan ketelitian ekstra. Sebelum membongkar, harus diketahui benar apa penyakit dan penyebabnya, serta tepat dalam mendiagnosis. Selain itu, ia harus menguasai peta otak, yang lebih rumit daripada peta dunia.</div>
<div>     Lalu, harus dipikirkan pula bagian mana yang perlu dibuka. &#8220;Otak tidak     boleh dibuka semuanya <i>blak</i>, nanti bisa enggak karuan,&#8221; katanya     mengingatkan fungsi luhur yang berpusat di otak.</div>
<div> &#8220;Saya bersyukur dianugerahi oleh Yang Mahakuasa ingatan yang kuat dan keterampilan mengatasi hal yang rumit ini,&#8221; tutur Padmo. Apa karena itu ia disebut dokter bertangan dingin? &#8220;Mungkin karena saya bisa cepat membuat analisis dan bertindak cepat.&#8221; Namun, Padmo tidak jumawa dengan tangan dinginnya itu.</div>
<div> Sebelum mencapai masa pensiun pada usia 70 tahun nanti, kini Prof. Padmo sudah mulai merintis penggantinya sebagai kepala bagian bedah syaraf. &#8220;Saya tidak mau seperti pemain wayang orang, sekali sampai tua terus berperan jadi Gatotkaca,&#8221; akunya sambil terus terang merasa belum menemukan yang pas. Satu syarat yang sulit terpenuhi adalah belum ada yang mau berdedikasi penuh. &#8220;Dulu saya bisa tiga hari tidak tidur dan tidak pulang karena belum puas dengan hasil kerja. Sekarang mana ada dokter yang begitu, karena mereka mesti cari duit!&#8221;</div>
<div>     <b>Indonesia perlu <i>medical council</i></b></div>
<div> Tentu saja Padmo prihatin dengan pendapat, dokter sekarang cenderung mencari uang. &#8220;Dokter adalah tenaga sosial dengan tugas kemanusiaan. Seharusnya dokter digaji cukup hingga bisa berdedikasi penuh. Dengan demikian, ia tidak perlu &#8216;nyeleweng&#8217; atau ditangisi di rumah karena asap dapurnya tidak <i>ngebul</i>.&#8221;</div>
<div>     Celakanya, di Indonesia  dokter punya <i>image</i> yang telanjur tinggi. Dokter dituntut berpenampilan OK, punya rumah dan mobil sendiri. &#8220;Coba apa kata orang kalau dokter setiap hari berdesakan di bus atau jalan kaki dengan pakaian kumal, apa Anda akan percaya padanya? Saya yang berambut gondrong pun pernah diprotes. Ada orang ingin bertemu saya, tapi enggak percaya kalau saya si dokter yang dimaksud. Pernah juga saya diusir, &#8216;Eh, mau cari siapa, Pak?&#8217; Ketika saya jelaskan bahwa saya dokter, mereka kaget.&#8221;</div>
<div> Guru besar FKUI ini mencoba membandingkan sistem penggajian di negara maju, misalnya Belanda. Penduduk harus mengikuti asuransi kesehatan, sehingga pengobatan yang mahal pun bisa dibantu. Perusahaan asuransilah yang kemudian menyusun peraturan standar gaji dokter berdasarkan kualifikasi, lamanya pendidikan, lamanya bekerja, tanggung jawab yang dipikul. Dengan standar gaji yang tinggi, dokter hanya memikirkan profesinya, tak perlu memikirkan dari mana ia mesti hidup. Dokter yang bergaji sudah bagus tapi masih &#8220;nyeleweng&#8221; tentu akan lebih mudah dituntut.</div>
<div>     Di negara maju urusan dokter dan rumah sakit ditangani oleh lembaga     independen yaitu <i>medical council</i>. Lembaga ini mengontrol kualitas dan perilaku para dokter dan RS demi perlindungan hak konsumen. Misalnya, menguji kemampuan dokter yang berusia 70 tahun, apakah masih bisa dipakai atau tidak.</div>
<div> Mereka juga menentukan peraturan dan daftar tarif yang jelas sesuai keahlian dokter. Alhasil, pasien bisa memperkirakan berapa dana yang diperlukan untuk pembedahan X, lalu menyiapkannya. Maka tak ada lagi dokter yang berkata, &#8220;Kalau enggak sanggup bayar, cari dokter lain saja!&#8221;</div>
<div>     Ini akan mencegah pelanggaran etika kedokteran. &#8220;Tak ada lagi dokter     yang mengutamakan kelompok tertentu,&#8221; tuturnya.</div>
<div> Sayang, dokter Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan gaji dari pemerintah. &#8220;Akhirnya muncul fenomena dokter praktik di sana-sini atau pasang tarif tinggi. Ini bisa dimengerti, kalau tidak, bagaimana mereka bisa hidup layak?&#8221;</div>
<div> Melihat kondisi itu, ia tidak pernah menuntut anak buah bekerja hanya berdasar lamanya jam kerja. &#8220;Yang utama, tanggung jawab atas tugas yang saya berikan harus selesai tepat pada waktunya dan rapi,&#8221; tutur suami Thea Tarek, yang dinikahinya 29 tahun lalu.</div>
<div>     <b>Jangan tergantung pada harta</b></div>
<div> Cukup mengherankan rasa pengertian bisa muncul dari diri Padmo yang mengaku selama ini selalu hidup cukup, yang antara lain berkat peninggalan orang tuanya. Anak ke-13 dari 17 bersaudara ini memang berasal dari keluarga mampu. Ayahnya pegawai tinggi jawatan kereta api zaman Belanda. &#8220;Zaman itu orang pribumi berpangkat tinggi dan punya bawahan orang Belanda, ya, seperti bapak saya itu,&#8221; ceritanya. Sebab, ayah dari ibunya keturunan Kasunanan dan Mangkunegaran.</div>
<div> Saat itu anak-anaknya diperbolehkan masuk sekolah Belanda (Europese Lagere School), SD khusus untuk orang Eropa. Dari situ boleh melanjutkan ke Hogere Burger School (HBS) yang cuma ada di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang. Orang pribumi paling cuma bisa sekolah &#8220;Ongko Loro&#8221;. Jadi dokter pun, bisanya dokter Jawa lulusan NIAS.</div>
<div> Tentang keluarga besarnya, ia bercerita, ayah-ibunya hidup disiplin. Contohnya, setiap anak dari yang paling tua sampai yang terkecil mempunyai tugas masing-masing sesuai umur. Malam sebelum tidur semua harus menyemir sepatu untuk persiapan esok. Pagi pukul 05.00, ibunya membangunkan semua anak untuk mengerjakan tugas masing-masing seperti menyapu, merapikan tempat tidur, dll. Yang menarik, saat terima rapor, semua rapor dibuka dan dijejerkan. Kalau ada angka yang kurang memuaskan hanya ditanya apa sebabnya, tapi tidak kena marah. Tiap liburan mereka boleh pilih ingin pergi ke mana, tinggal naik kereta api gratis.</div>
<div> Orang tuanya memang sangat mementingkan pendidikan yang tinggi bagi semua anaknya. &#8220;Bapak tidak pernah mengungkapkan bahwa ekonominya kuat. Pada anaknya, ia hanya menekankan, ilmu lebih penting daripada harta. Harta sekejap bisa sirna, tapi ilmu tidak. Jadi, jangan sekali-kali terikat pada harta. Petuah itu terus saya pegang hingga kini.&#8221;</div>
<div> Itukah yang menyebabkan kenapa Prof. Padmo tidak pernah praktik di luar? &#8220;Ya, karena saya pikir, hidup saya sudah cukup dan saya lebih baik konsentrasi ke pekerjaan saja. Apalagi sekarang saya sudah di atas 60 tahun, cari apa lagi?&#8221; tegasnya.</div>
<div>     <b>Nikmatnya keroncongan</b></div>
<div> &#8220;Cari apa lagi?&#8221; memang tidak mudah dijawab. Apalagi dengan menganut teori aktualisasi diri tokoh psikologi Maslow, setelah berkarya sebagai dokter selama 37 tahun, Prof. Padmosantjojo kini merasa, kebutuhan utama sudah tercapai. &#8220;Semua yang saya inginkan sudah tercapai. Saya tak perlu kerja mati-matian seperti dulu. Pangkat profesor sudah saya capai.&#8221;</div>
<div> Maka, sebagian pun dipakai untuk menikmati hidup lewat hobinya: melukis, menyanyi, bermain musik, dansa, membaca buku-buku sejarah, dan merawat tanaman.</div>
<div> Hobi melukis yang sudah terbit sejak kanak-kanak, mulai aktif ditekuninya lagi tahun 1997. &#8220;Saya cukup belajar sendiri dari berbagai buku melukis,&#8221; katanya sambil mengaku bisa tahan menggores cat minyak di lembar kanvas sampai pukul 01.00 pagi.</div>
<div> Tidak kalah getol hobi berdansa, seperti Tango, Waltz, Chachacha, Rumba, Quick Step, dll. Ini semua dipelajari saat ia di Belanda. &#8220;Di sana ahli bedah syaraf dianggap elite, jadi harus bisa mengikuti kehidupan kaum elite. Kebetulan istri saya orang Manado, jadi juga senang dansa,&#8221; tambahnya.</div>
<div> Menyinggung soal tanaman, ia memang pernah bercita-cita meneruskan ke Fakultas Pertanian, tapi kemudian masuk kedokteran karena keinginan sang ayah. Saat berkunjung ke luar negeri, ke negara mana pun, ia selalu menyempatkan diri mengunjungi Botanical Garden untuk mempelajari aneka macam tanaman. &#8220;Saya iri menyaksikan begitu pandainya orang Eropa mengatur tanaman. Masak kembang telekan di sebuah bekas istana di Swedia bisa disusun begitu indah, berwarna-warni? Kenapa kita <i>ndak</i> bisa?&#8221;</div>
<div> Kesenangan ini ia salurkan saat menata rumahnya yang tidak terkesan mewah di kawasan Kemang, Jakarta. Kebun belakangnya asri dengan pelbagai tanaman hias kesukaannya ditambah sumur &#8220;<i>jolotundo</i>&#8221; buatan sendiri     dengan ember digantung yang terus dialiri air, menambah adem suasana.</div>
<div> Selain ketiga hobi itu, ia juga penikmat musik Jawa, keroncong, serta klasik. Bila ada kesempatan, dua minggu sekali orkes keroncongnya main di fakultas dengan penonton para dokter. Sedangkan di rumahnya sebulan sekali ada acara kumpul-kumpul berlatih dan menikmati keroncong. Saat ia membedah pasien pun di kamar bedahnya selalu diiringi lagu langgam Jawa atau keroncong. &#8220;Dalam kenyataan, saat operasi berjalan saya <i>ndak</i>     mendengar musik itu. Begitu operasi berhasil, telinga serasa <i>plong</i>.     Musik mengalir, saya pun jadi rileks,&#8221; ujarnya.</div>
<div>     Kegemaran lainnya, ia betah menonton wayang kulit sampai <i>ngebyar</i> semalam suntuk. Dari sekian banyak tokoh pewayangan, justru Semar yang berpenampilan jelek yang menjadi idolanya. Alasannya, &#8220;Semar itu bijaksana, suka menolong, tidak pernah berbohong, tidak banyak bicara, tidak suka <i>umuk</i> (sok &#8211; <i>Red</i>) tapi selalu <i>eling</i> (tahu     diri),&#8221; tuturnya sambil tersenyum <i>nggleges</i> membayangkan idolanya     yang punya senjata andal kentut maut. Tak aneh bila kemudian ia memasang     entah  gambar atau patung Semar dalam berbagai ukuran di rumahnya.</div>
<div> Bagaimana dengan Napoleon, yang gambarnya tergantung di ruang kerjanya? &#8220;Kelebihan Napoleon adalah dalam soal konsisten dan betapa sistematis cara kerjanya.&#8221;</div>
<div> Sedikitnya penguasa Prancis itu mengilhaminya untuk menyusun buku prosedur baku untuk setiap penyakit yang perlu ditangani oleh ahli bedah syaraf. Dalam buku itu akan tercantum mulai dari cara memeriksa, cara mengoperasi, bagaimana menanganinya, apa saja yang dibutuhkan, serta diagnosisnya. &#8220;Ini untuk melengkapi yang ada sekarang yang cuma berisi gejala penyakit dan cara penanggulangannya, &#8221; katanya. Filosofi Padmo adalah mencari akar masalah penyakit, bukan hanya mengobati gejalanya. Saat menolong, apa saja yang dibutuhkan, dan selesai menolong, apa lagi yang bisa dilakukan.</div>
<div>     Toh Napoleon bukan idolanya, &#8220;Ia punya banyak kekurangan,&#8221; tutur     ayah satu putri, Mutiara, yang  psikolog.</div>
<div> Dokter yang tiap hari olahraga lari sejauh 3 &#8211; 5 km mengaku tidak punya tokoh idola lain dari mana pun. &#8220;Jagoan saya tetap bapaknya para punakawan, Semar,&#8221; tuturnya sambil tersenyum lebar. Wah, benar-benar Semar alias <i>eseme jembar</i> (senyumnya lebar)</div>
<p></span></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/icanxkecil.wordpress.com/122/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/icanxkecil.wordpress.com/122/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/icanxkecil.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/icanxkecil.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/icanxkecil.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/icanxkecil.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/icanxkecil.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/icanxkecil.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/icanxkecil.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/icanxkecil.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/icanxkecil.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/icanxkecil.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=icanxkecil.wordpress.com&blog=315130&post=122&subd=icanxkecil&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://icanxkecil.wordpress.com/2008/03/02/padmosantjojo-si-tukang-bongkar-pasang-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf920b71b6ec0519a7a950146c1933f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">icanxkecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>