Archive for July, 2006

Tak Pernah Kutemukan Wujudmu dalam Riuh

: buat Wayan Sunarta 

aku tak mengenalmu di Parangtritis atau Tanah Lot
tapi dari potret diri
yang bercerita tentang
sajaksajak yang menuai sepi
kisahmu  Continue reading

Mengenang Riyono Pratikto (1932-2005) Nasib Seorang Cerpenis

Oleh AJIP ROSIDI 

RIYONO Pratikto dilahirkan di Ambarawa, Jawa Tengah, 27 Agustus 1932. Mulai menulis cerita pendek ketika duduk di SMP Tegal (1949) dan bukunya yang pertama “Api dan Beberapa Cerita Pendek Lain” terbit ketika ia masih duduk di bangku SMA di Semarang (1951). Tapi sejak masuk ITB menjadi mahasiswa jurusan bangunan (tidak tamat) dan menyelesaikan sarjananya di Fakultas Publisistik, Universitas Padjadjaran (1988), ia terus tinggal di Bandung sampai meninggal pada tanggal 30 Oktober 2005. Continue reading

Kompas Raih Indonesia Golden Brand Award 2006

IBBA AwardJAKARTA, KOMPAS–Untuk keempat kalinya secara berturut-turut Harian Kompas mendapatkan pernghargaan Indonesia Best Brand Award (IBBA) untuk kategori surat kabar. Penghargaan ini diserahkan Kamis malam ini di Hotel Sangrilla, Jakarta. Continue reading

DAPUR

Cerpen Sunlie Thomas Alexander

SELALU ada gairah yang sama setiap pagi, meletup-letup serupa minyak panas di kuali. Sehabis membasuh muka di sumur, waktu Tie akan berputar di dapur. Di sana Ibu sudah menunggu, di antara asap tungku yang berjelaga, denting panci-sendok-piring, suara air mengucur ke bak dan minyak yang mendesis dalam kuali. Dapur mereka kecil dan dekil, tetapi Tie selalu betah berlama-lama, bahkan kerap berharap waktu akan berjalan lebih lambat di sana. Namun segera, selesai membantu Ibu, mandi dan memandikan adik lalu sarapan, ia harus bergegas berganti pakaian berangkat ke sekolah, yang berarti gairahnya mesti dipadamkan untuk sementara seperti api di tungku usai memasak. Continue reading

“Human Error”

Suka Hardjana

Banjir, gempa, gunung meletus, petir, geledek, angin puyuh, pastilah bukan sesuatu yang disebabkan oleh ulah manusia. Itu semua proses alam yang terjadi karena hukum alam di luar kuasa manusia. Tetapi, akibat dari peristiwa-peristiwa alam yang di luar jangkauan kuasa manusia itu bisa saja menimbulkan akibat tak terelakkan—karena ulah manusia. Banjir yang membuat banjir sangat boleh jadi disebabkan karena ulah manusia. Maka bangsa-bangsa Mesir, Mesopotamia, dan China kuno yang punya banyak sungai besar sudah ratusan tahun yang lalu membuat tanggul-tanggul dan sodetan raksasa untuk mencegah agar banjir tidak membuat banjir. Contoh lain. Bila di zaman yang dibilang super modern ini masih ada juga orang bikin rumah atau bangunan tinggi tanpa penangkal petir, maka bila bangunan itu tiba-tiba kesamber geledek, tentulah bukan salah geledek. Itu salah pembuat bangunan tanpa prosedur pengaman. Begitu juga dengan gempa dan gunung meletus yang tak terelakkan. Bukan salah gunung dan gempa yang bikin petaka. Gunung dan gempa tak pernah bersalah. Continue reading

Tuhan, Bolehkah Kami Bunuh Diri?

Joni Ariadinata   

Segelas racun babi mengepul di atas meja. Asap kretek melenggok dari mulut menuju petromaks, membentuk gulungan hening. Abah Marta merapatkan handuk dari sergapan dingin di leher dengan gigi gemerotak. Di balik jaket berkaos tebal tersembunyi dada kering kerempeng mengatur desahan napas. Tersengal-sengal karena penyakit asma. Continue reading

Beringin Cinta

Joni Ariadinata 

Langit menepi. Malam pasti basah. Suara sirine melengking dalam jauh: lamat, dan menyakitkan. Irene memindahkan chanel televisi, berisik, berpindah-pindah; lalu ia matikan. Klik. Sepi. Beranjak ke kamar, melihat kaca: tak ada senyum. Bunga kacapiring di luar jendela bergoyang-goyang. Malam pasti basah. Malam pasti… “Irene. Irene. Irene…” Continue reading