Tak Pernah Kutemukan Wujudmu dalam Riuh

: buat Wayan Sunarta 

aku tak mengenalmu di Parangtritis atau Tanah Lot
tapi dari potret diri
yang bercerita tentang
sajaksajak yang menuai sepi
kisahmu 

tak pernah kutemukan wujudmu dalam riuh
pada kabut atau mimpi
yang terbang bersama malam
tapi dari hutan cemara dan
notasi pantai
yang melantunkan musik ombakombak anak pasir
dan usai tarian laut itu aku hanya menyapamu dalam
katakata pada sebuah puisi tentang
ingatan seorang perempuan
bukan sebagai penjaga cahaya, hanya
memainkan sebuah serenade untuk diriku
yang sanggup mengenal sapamu
dalam sajaksajak sendu  

bumi singgah,

2005

Labirin Maaf

:buat iqbal 

siang dingin
malam bulan
kuraih tanganmu di teluk ini
pucat dan basah

mulutku berkata racun
diselingi tawa gelap pekat
tak ada yang harus dikenali pada
sapaan yang kelu
tak ada yang harus diingat pada
balasan singkat tiada mata

kawan kenal sesaat
terluka pahit
mungkin kau bukan kaum hedonis
tiada temukan kawan tersesat
lalu kepadaku tiada maaf

aku terikat
tiada kata sepakat 

bumi singgah,

2004

: Disinggung Seda

-buat dee- 

kabut serbu tulang rusukku, rengkuh fajar di lahunan ibu
ditimang cahaya kenang masa bersama seperti
dua kupu kelilingi jantung pisang
menjulang
tembus udara, sayapkan terbang 

ada yang terluka di kampung seberang
perempuan, si penyulam katakata
maki jasad penuh nyawa
sembari kelam bekukan raut riang, mesti ada
yang berhenti berkisah
tentang lelah,
tentang kesah
di sudut kata lelaki pada jarijari
kuak rindu waktu gasal berganti 

dian sakit di malam hati
singgung para perempuan menjeruji diri
pojokkan sepi, mamah perjalanan yang
igaukan kisah
di ranah hijau kemarau 

kau tak rincikkan ujungujung jarimu
di persimpangan, memberi balas kabar kepastian
yang lengang,
tak lekang
pun tak akan kau tamatkan
sanggahan pesan di tubir pintu depan 

bumi singgah,

Juli 2005

2005

Fina Sato lahir di Subang 16 Februari 1984. Menulis cerpen, naskah drama, esai, sajak, dan membuat drawing. Aktif di Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS) UPI Bandung, MnemoniC-gank mnuliz-, Komunitas SELASAR, Komunitas Babad Bumi, buletin independen Qalam Rata, Komunitas Ruang Aksara, dan melukis di Sanggar Ligar Sari Baksil, Bandung. Saat ini giat mengasuh ruang esai sastra pada buletin independen Qalam Rata.***

sumber : Pikiran Rakyat, Sabtu, 26 Nopember 2005

One response to this post.

  1. Posted by litani on January 23, 2007 at 9:11 am

    salam kenal,
    saya dari padang,
    apakah kamu ada e-mail/nomor hp. wayan sunarta?
    kirimkan, ya.

    senang jika dibalas.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: