Archive for August, 2006

Tembakau Campalok; Tembakau Madura yang Beraroma Khas

Harga Capai Rp 750 Ribu Per Kg, Diekspor ke Jerman
Tak ada yang meragukan mutu dan kualitas tembakau Madura. Selain aromanya yang khas, juga banyak disukai pabrikan. Namun, tak banyak masyarakat yang tahu keberadaan tembakau Campalok yang memiliki khas tinggi. Apa kelebihannya?
Continue reading

Tim Seni-Budaya Bertolak ke Bali

PAMEKASAN-Khazanah kesenian dan budaya etnik Madura (Pamekasan), kian mendapat tempat di pentas nasional. Buktinya, setelah berhasil meraih juara dua pada ekpo tahun 2005 lalu, kini tim seni-budaya Pamekasan kembali mengikuti ajang bergengsi di Nusa Dua Bali. Continue reading

Nasionalisme ala Pemuda

BI Purwantari “Lebih baik musna dari pada didjadjah”, “Lebih baik mati tergilas oleh pertempuran dari pada hidup menjerah serta ditahan oleh tentara imperialis djahanam”. Continue reading

Kreativitas Siswa SLTP

Ide-ide “Liar” yang Berdaya Guna…

Indira Permanasari dan Mukhamad Kurniawan

Pernahkah Anda terpikir untuk membuat penganan lezat dari tepung pisang klutuk, buah yang sarat biji dan biasanya jadi makanan burung? Juga membuat tempat wudu otomatis demi merawat keran air, atau sekadar membuat mesin pencuci telur? Continue reading

Orang Bijak

Mohamad Sobary

Di hadapan istrinya, Presiden Franklin Delano Roosevelt pada suatu hari menerima seorang senator yang melaporkan suatu perkara kontroversial. Sang Presiden mengangguk-angguk selama mendengarkan laporan tersebut, dengan sikap simpatik. Continue reading

Ilmuwan RI Temukan Nutrisi Ajaib

Sukses Uji Coba di Karawang
SURABAYA – Indonesia kini punya penemu yang hasil karyanya cukup fenomenal. Umar Hasan Saputra, sang penemu itu, telah berhasil menciptakan sebuah formula yang diberi nama teknologi pembentukan nutrisi esensial. Formula nutrisi esensial itu sudah dibuktikan mampu meningkatkan produktivitas panen padi di beberapa daerah. Di antaranya sudah dibuktikan di Karawang dan Bantul, Jogja. Continue reading

Sekolah dan Terus Sekolah

Mereka bersekolah di antara puing-puing gedung. Di bawah tenda-tenda yang tidak mampu melindungi dari terik matahari. Tapi, mereka harus tetap sekolah!Kedatangan tim ini pada 11 Agustus lalu tentu saja bukan sekadar jadi wisatawan gempa, yang cuma melongok keadaan. Ini adalah lanjutan dari perjuangan mereka untuk membuat teman-teman di Yogyakarta dan Klaten tetap sekolah. Mereka datang untuk menyerahkan dana yang berhasil mereka kumpulkan pada acara S4Y! We Do Care tanggal 23 Juli 2006 yang lalu. Continue reading