Komitmen Memartabatkan Bahasa Indonesia/Melayu

Kebahasaan 

Jakarta, Kompas – Sebagai sesama negara yang dihuni penutur bahasa Melayu/Indonesia, Indonesia bersama Malaysia dan Brunei Darussalam mencetuskan tekad untuk mengangkat martabat bahasa tersebut dalam fungsi dan kedudukannya.

Selain meningkatkan mutu penggunaan bahasa Melayu/Indonesia dalam berbagai lapisan masyarakat, pemerintah ketiga negara juga sepakat untuk terus berupaya untuk mempertinggi kemampuan bahasa tersebut sebagai bahasa ilmu pengetahuan serta sebagai bahasa utama dunia.

Komitmen tersebut tertuang dalam Komunika Bersama tentang Pemartabatan Bahasa Nasional (Kebangsaan) yang ditandatangatani oleh Menteri Pendidikan Nasional RI Bambang Sudibyo, Menteri Pelajaran Malaysia Dato’ Sri Hishammuddin bin Tun Hussein, dan Menteri Perhubungan Negara Brunei Darussalam Pehin Orang Kaya Seri Kerna Dato Seri Setia Haji Awang Abu Bakar bin Haji Apong di Jakarta, Senin (31/7).

Acara penandatanganan dilanjutkan dengan telewicara seputar peluncuran UKi kompetensi Bahasa Indonesia antara ketiga menteri tersebut dengan guru serta pejabat dinas pendidkan di Biak (Papua), Tangerang (Banten), dan Pekanbaru (Riau).

Komunike bersama tersebut akan menjadi landasa penyusunan berbagai program kerjasama yang akan dilaksanakan oleh ketiga negara dengan memanfaatkan dan memperluas cakupan kerjasama kebahasaan dan kesastraan yang telah ada.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih mencintai dan menghargai bahasa nasional dan bahasa negara Indonesia demi martabat dan kejayaan bangsa.

“Mari kita gunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kedudukan dan fungsinya, baik sebagai bahasa nasional maupun bahasa negara,” kata Bambang.

Menjawab pers seusai penandatanganan komunike, Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan bahwa khusus untuk masyarakat Indonesia, penggunaan bahasa Indonesia akan diperkuat melalui sebuah undang-undang kebahasaan.

Pemerintah saat ini sedang menyusun Rancangan Undang-undang (RUU) Bahasa yang bertujuan untuk memperkokoh bahasa Indonesia, menguasai bahasa global tanpa mengesampingkan bahasa Indonesia dan daerah, serta melindungi kelestarian dan integritas bahasa-bahasa daerah.

“Yang utama, kita telah mematok komitmen dengan negara serumpun,” kata Bambang.

Adapun Menteri Pelajaran Malaysia Dato’ Sri Hishammuddin bin Tun Hussein mengajak masyarakat negara serumpun untuk bersatu demi untuk memperkuat bahasa warisan bersama.

Sri Hishammuddin mengungkapkan saat ini Bahasa Inggris dan Bahasa China dituturkan dan dipahami oleh lebih dari satu miliar penduduk dunia.

“Bahasa Melayu/Indonesia hanya dituturkan oleh 300 juta penduduk dunia saja,” katanya.

Namun, Sri Hishammuddin melanjutkan, jika ada komitmen bersama, bukan tak mungkin jumlah penutur bahasa Indonesia/Malaysia akan bertambah banyak.

Ditemui seusai jumpa pers, Sri Hishammuddin mengatakan impian menjadikan bahasa Melayu/Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan serta sebagai bahasa utama dunia adalah target jangka panjang.

“Itu tentu berproses. Hendaknya kita memulai dari masyarakat kita dahulu. Kalau di lingkungan rumah kita sendiri tidak ada komitmen dan upaya, macam mana kita menjangkau dunia yang lebih luas,” paparnya.

sumber : Kompas, Selasa, 01 Agustus 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: