Orang Tua Siksa dan Cabuli Lima Anak Balitanya

CINCINNATI – Perbuatan sepasang suami istri asal Ohio ini sudah sangat kelewatan. Tanpa alasan yang jelas, Paul dan Robin Kraft menganiaya lima anak kandung mereka yang usianya berkisar antara 1 hingga 5 tahun. Maka, pantas jika Pengadilan Hamilton County mengganjar mereka masing-masing hukuman penjara lima kali seumur hidup dan 40 tahun.

Jaksa penuntut yang menangani kasus Kraft mengatakan bahwa penyiksaan terhadap anak kandung tersebut dilakukan pada tahun 2004 lalu. Juni lalu, Robin dinyatakan bersalah atas dua dakwaan perkosaan dan empat dakwaan penyiksaan anak yang dikenakan kepadanya. Wanita 26 tahun asal Winton Hills itu mengaku telah menyiksa sedikitnya salah satu anak kandungnya dan memaksa empat lainnya untuk saling berhubungan seks.

Atas perbuatan biadab yang dilakukannya, Hakim Common Pleas Hamilton County David Davis menjatuhkan hukuman maksimal 40 tahun kepada Robin, Jumat lalu. Menurut Davis, hukuman maksimal itu diberikan untuk mencegah Robin bebas dan kembali mengasuh anak-anaknya. “Anak-anak tersebut memang tidak dipukuli, tidak ada memar atau bekas luka. Tapi pemulihan akibat perlakuan Robin membutuhkan waktu lama,” kata asisten jaksa Mark Piepmeier.

Undang-undang penyiksaan anak, sebenarnya, cukup jarang digunakan di Ohio. Pasalnya, untuk mengajukan tuntutan harus ada bukti-bukti yang lengkap. Sementara, penyiksaan yang dialami anak-anak Kraft itu bukan berupa siksaan fisik. “Anak-anak tersebut mengalami siksaan psikologi yang cukup serius. Untuk menyelesaikan kasus ini, kami menerapkan sebuah teori baru. Dan, untungnya teori tersebut berhasil,” imbuh Piepmeier.

Maret lalu, pengadilan yang sama juga menjatuhkan hukuman berat kepada Paul atas kejahatan yang sama. Pria 32 tahun tersebut diganjar hukuman lima kali seumur hidup atas lima dakwaan perkosaan. Sementara untuk 12 dakwaan merangsang anak di bawah umur secara seksual, Paul mendapatkan hukuman tambahan 96 tahun penjara. Selain itu, dia juga tidak mendapatkan hak bebas sementara dari penjara di bawah perjanjian khusus, seperti tahanan yang lain.

Suami istri bejat tersebut ditangkap deputi sherif Hamilton County, Maret lalu. Kejahatan keduanya terungkap setelah seorang agen Badan Rahasia AS, yang sudah cukup lama mengamati sepak terjang Paul di internet, berhasil mengontak pria tersebut. Agen rahasia yang berada di Miami itu kemudian chatting dengan Paul di ruang bincang maya (chat room) bertajuk seks bayi dan pra remaja.

Dalam sebuah percakapan maya online, Paul memberikan sebuah tawaran yang sangat mengejutkan kepada agen rahasia tersebut. Dia menawarkan diri untuk memerkosa putri kandungnya yang masih berusia tiga tahun dan menayangkannya langsung via internet. Paul tidak segan-segan melakukan itu, jika orang lain bersedia melakukan hal yang sama dan dia diizinkan melihat tayangannya secara live.

Mencium gelagat yang tidak baik, agen rahasia itu pun segera mengontak deputi sherif Hamilton County. Setelah menerima laporan itu, deputi sherif tersebut segera meluncur ke rumah keluarga Kraft serta menangkap Paul dan istrinya. Selama orang tua mereka menjalani pemeriksaan, lima anak kandung Kraft dirawat di panti pengasuhan. Trauma yang mereka alami, membuat lima anak tak berdosa itu sulit berkomunikasi. Namun dengan terapi teratur, belakangan mereka sudah bisa menceritakan kebusukkan orang tua mereka kepada petugas. (ap/*/hep)
Jawa Pos, Selasa, 01 Agt 2006,

3 responses to this post.

  1. Posted by kevin mayang on January 12, 2010 at 10:21 am

    harusnya kliping ini ada gambar sesuai dengann ceritanya donk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    aku tunggu gambarnya……..

    Reply

    • Terima kasih atas masukannya. memang seharusnya tiap berita ada gambarnya namun terkadang proses uploadnya tidak sejalan dengan keinginan, juga kadang memang dari sumber berita tidak tersedia gambar.
      Terima Kasih.

      Reply

  2. Posted by San on July 29, 2010 at 5:06 am

    Saya pernah dengar kasus mirip terjadi di indonesia. Mungkin moral dan agama sudah ditinggalkan sampai org tua sendiri tega berbuat gitu. Kalau ada yg melihat ada korban penyiksaan tolong diberitahukan pada pihak yg berwajib. Thanks

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: