Di Balik Sukses Pamekasan Meraih Penghargaan Otonomi Award 2008 Bidang Pelayanan

Sabtu, 03 Mei 2008

PSB Transparan, Dinas P dan K Pernah Disemprot Pejabat
Otonomi Award 2008 yang diraih Pamekasan tak lepas dari kerja keras dinas P dan K. Sejumlah program yang dilaksanakan sejak 2005 lalu membuka mata publik tentang inovasi pelayanan pendidikan yang lebih transparan dan akuntabel. Apa saja programnya?

AKHMADI YASID, Pamekasan


SEKILAS, program PSB (penerimaan siswa baru) partisipatif yang menjadi terobosan Dinas P dan K Pamekasan terkesan biasa-biasa saja. Maklum, program yang sama bisa dilakukan oleh daerah lain. Namun, kesan itu akan berubah jika mengerti makna di balik PSB partisipatif tersebut.

Sehingga, saat peneliti JPIP (The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi) mendengarkan presentasi dari pemkab, langsung tertarik. Berangkat dari hal inilah penghargaan Otonomi Award 2008 bidang pelayanan publik diraih Pamekasan.

Bahkan, penghargaan kategori utama (grand category), penghargaan paling bergengsi di ajang Otonomi Award 2008 pun diraih. Yakni, pada Ketegori Utama Daerah Dengan Terobosan Paling Menonjol Bidang Pelayanan Publik. Di dalamnya termasuk terobosan inovatif bidang pelayanan pendidikan.

Menurut Kepala Dinas P dan K Pamekasan M. Yusuf Suhartono, PSB dilaksanakan penuh dengan inovasi dan terus disempurnakan. Hal itu untuk memenuhi asas transparansi, akuntabilitas, keadilan, kejujuran, dan pelibatan stakeholder.

“Melaksanakan PSB yang benar-benar transparan bukan hal mudah. Sebab, akan banyak tantangan yang dihadapi panitia. Inilah yang membuat program PSB partisipatif memiliki tantangan tersendiri,” katanya.

Misalnya, soal transparansi pelaksanaan ujian PSB. Menurut Yusuf, setiap tahun di Pamekasan selalu melibatkan pemantau dari tim koneksitas. Mulai dari tim dinas P dan K selaku pengawas internal, LSM, dan lembaga pendidikan sebagai tim pengawas independen. Tim pengawas independen ini dibentuk berdasarkan SK bupati.

Selain itu, pelaksanaan ujian lebih banyak menggunakan sistem komputerisasi. Sistem pengawasannya silang. Sehingga, pengawas di satu sekolah dipastikan tidak berasal dari sekolah, tapi dari sekolah lain. Itu untuk menghindari adanya permainan.

“Sebelum pelaksanaan, PSB diawali dengan adanya seminar-seminar. Ini untuk menerima masukan dari berbagai pihak sebagai bagian dari aspirasi,” ungkapnya.

Transparansi diberlakukan bukan hanya sejak pra dan pelaksanaan PSB. Pascapelaksanaan juga diberlakukan transparansi penuh. Itu dibuktikan dengan adanya pengumuman yang bisa diakses oleh siapa saja.

“Sebelum dan sesudah pelaksanaan selalu dipantau tim independen. Sehingga tidak memungkinkan adanya kongkalikong,” paparnya.

Yusuf menyadari, sistem PSB partisipatif membuat banyak kelangan kecewa. Sebab, tidak bisa lagi seseorang menitipkan calon siswa untuk masuk sekolah favorit. “Yang namanya disemprot pejabat karena anak atau keponakannya gagal di sekolah favorit, sering kami terima. Tapi, ini demi kebaikan semua,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan panitia PSB di beberapa sekolah favorit, memang anak pejabat sekali pun ada yang gagal PSB. Sebaliknya, anak petani dan tukang becak banyak yang bersekolah di sekolah-sekolah favorit.

Selain program PSB partisipatif, penghargaan Pamekasan bidang pelayanan publik juga tak lepas dari adanya program inovasi berbasis prestasi. Yakni, suatu program yang dipusatkan di Pusat Pendidikan Sains (Pusdik Sains).

Menurut Yusuf, Pusdik Sains diselenggarakan sebagai salah satu program unggulan dinas P dan K yang pengelolaannya pada tim pengembang. Tim bertanggung jawab penuh kepada dinas P dan K.

“Ini berangkat dari pengalaman Andi Octavian Latief yang menjadi juara internasional. Sehingga, kami merasa perlu ada Pusdik Sains yang diharapkan dapat mengembangkan potensi keilmuan oleh beberapa pelajar menonjol,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Kholilurrahman mengatakan, penghargaan kategori utama dan kategori khusus Otonomi Award 2008 diperoleh berkat dukungan dari semua pihak. Terutama, masyarakat Pamekasan yang konsisten mendukung pembangunan, kinerja aparatur pemerintahan dan dinas terkait.

“Selain itu, penghargaan ini merupakan bagian dari hasil pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Pamekasan memang memiliki komitmen dalam pendidikan,” katanya.

Seperti diberitakan, Pamekasan bersama dua daerah lain meraih penghargaan kategori utama di ajang Otonomi Award 2008. Pamekasan meraih penghargaan Daerah Dengan Terobosan Paling Menonjol Bidang Pelayanan Publik. Selain kategori utama, bumi Gerbang Salam juga menyabet penghargaan Kategori Khusus Daerah Dengan Terobosan Inovatif Bidang Pelayanan Pendidikan.

Sedangkan pada dua kategori khusus lainnya, Pamekasan harus puas sebagai nomine (nominasi). Yakni, nominasi Kategori Khusus Daerah dengan Profil Menonjol Bidang Pelembagaan Politik dan Daerah dengan Dengan Terobosan Inovatif Bidang Kesehatan. (*/mat)

Sumber RADAR MADURA

One response to this post.

  1. Posted by Ahmad hadi dzur ridho on July 15, 2010 at 4:36 am

    Pamekasan sekarang bukan pamekasan yang dlu lg.penerus pemerintahan skrg tidak becus menjaga&mengelola pamekasan.pamekasan sekarang amburadul. . . Semuga bpk bupati cepat sadar&cpat turun dari jabtnx. . . Krn dia tidak ada basic untk meminpin pamekasan,dbwah dia pamekasan bkn makin baik,mlah mkin hncur . . Pamekasan dgn ICON
    kabupaten batik,kota pendidikan&gerbang salam hx tggl nama.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: