Tembakau Pamekasan Terluas di Indonesia

PAMEKASAN-Bukan hanya dari segi kualitasnya. Tembakau Madura menjadi komoditi unggulan di Indonesia yang areal tanamnya terluas di Jawa Timur dan Indonesia.

Data ini terungkap dalam seminar saat Dampak Sosial Ekonomi Cukai Tembakau Jatim di Pandapa Ronggosukowati kemarin. Seminar ini digelar Pemprov Jawa Timur bekerjasama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Jember (Unej) dan Pemkab Pamekasan. 

Hadir sebagai pembicara Kabiro Perekonomian Pemprov Jatim Fatah Yasin dan Josi Ali Yasin, serta Ketua LPM Unej Jember Prof Kabul Santoso. Hadir pengusaha rokok lintingan, petani tembakau se Madura, LSM dan ormas.

Khusus Pamekasan, pada 2007 realisasi areal melebihi target, yakni mencapai 31.367 hektare dari target 27.917 hektare. Hal itu tidak berbanding lurus dengan realisasi produksi yang hanya mencapai 16.625 ton dari target 16.750 ton. Namun begitu, jumlah tersebut masih lebih besar dibanding daerah lain di Jatim.

Urutan kedua diraih Bojonegoro dengan realisasi areal tanam tembakau mencapai 6.646 hektare. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dari target yang mencapai 12.014 hektare. Hal itu berdampak terhadap realisasi produksi tidak memenuhi target, yakni 9.900 ton dari target 8.309 ton.

Menyusul Sumenep dengan realisasi tanam 19.412 hektare dari target 11.750 hektare. Sedangkan realisasi produksinya melebihi target, yakni 8.930 ton dari target 7.050 ton. Sedangkan, areal tanam di Jatim mencapai 53 persen dari keseluruhan di Indonesia (lihat grafis).

Menurut Prof Kabul Santoso, saat ini areal penanaman tembakau tersebar di 21 kabupaten, termasuk di Pamekasan dengan areal rata-rata tiap tahun 110.813 hektare dengan total produksi 83.292 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen tembakau Pamekasan.

Sebagian besar jenis tembakau yang diusahakan adalah voor-oogst (yang dipanen pada akhir musim hujan dan dipanen pada musim kemarau atau tembakau bahan sigaret 102.742 hektare) dan sisanya jenis Na-oogst. “Di Pamekasan rata-rata voor-oogst,” kata Kabul di hadapan peserta seminar.

Untuk industri hasil tembakau, sekitar 1.367 unit industri rokok tersebar di Jatim, termasuk di Pamekasan. Kontribusi areal tembakau di Jatim terhadap nasional dari 2001 hingga 2007 berkisar rata-rata 53 persen dan kontribusi produksinya rata-rata 46 persen.

“Kontribusi nilai cukai rokok Jawa Timur terhadap nasional mencapai 78 persen. Sekitar 50 persennya lari ke Madura,” terangnya.

Sementara itu, narasumber dari Biro perekonomian Pemprov Jatim mengatakan, untuk bisa memaksimalkan dan memanfaatkan hasil pengembalian cukai tersebut, perlu adanya road map minimal 10 tahun ke depan. “Dalam road map terdapat instrumen untuk memacu dan mengarahkan ke daerah yang spesifik, termasuk SDM petani. Tujuannya, untuk peningkatan pendapatan petani, meningkatkan produktifitas dan lain. Intinya, tidak bersinggungan dengan UU yang ada, terutama UU 39/2007,” kata Josi Ali Yasin. (nam/mat)

Sumber Jawapos, [ Selasa, 28 Oktober 2008 ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: