Presiden Hibur Petani dengan Bernyanyi

Cibodas, 1 Desember 2008 13:52
Banyak keluhan disampaikan para penyuluhab pertanian ketika mereka berdialog dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara jambore dan festival karya penyuluhan pertanian II di Cibodas, Jawa Barat, Minggu (30/11).

Meski telah ada Undang-Undang yang khusus mengatur sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan peternakan, para penyuluh masih kesulitan melaksanakan tugas mereka karena belum ada Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur rincian tugas serta honor mereka.

Salah seorang penyuluh pertanian, Nani Surtini, asal Cianjur, Jawa Barat, meminta Presiden Yudhoyono agar mempercepat terbitnya PP tersebut karena sampai saat ini belum ada dasar hukum pembentukan badan pelaksana penyuluhan di daerahnya.

Para penyuluh juga mempertanyakan, apakah ada kemungkinan mereka diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menanggapi keluhan tersebut, Presiden segera bertanya kepada Menteri Pertanian Anton Apriyantono yang duduk di sampingnya tentang proses pembuatan PP penyuluhan.

Rancangan PP tersebut, ternyata sedang berada dalam proses koordinasi dengan menteri-menteri terkait seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani an Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Taufiq Effendi. “Kalau PP itu sudah sampai di meja saya pasti langsung saya tanda tangani. Tagih saya satu bulan lagi,” ujar Presiden Yudhoyono.

Mengenai kemungkinan para penyuluh pertanian untuk menjadi PNS, Presiden Yudhoyono hanya mengatakan ia akan mencari kemungkinan tersebut. “Mudah-mudahan bisa. Doakan saja,” ujarnya.

Para penyuluh petani saat ini ada yang berasal dari PNS kantor dinas pertanian, namun ada juga yang berstatus swadaya tanpa dibayar.

Mereka setiap saat harus menerima pengaduan dari para petani dan membantu petani menyelesaikan masalah produksi pertanian.

Di hadapan 4.500 penyuluh pertanian dari seluruh Indonesia, Presiden Yudhoyono menyampaikan terima kasih atas peranan mereka meningkatkan produktivitas pertanian dan bahkan memuji peran aktif mereka membantu petani.

Untuk menghibur para penyuluh petani, Presiden lantas mengatakan bahwa ia telah menciptakan lagu berjudul Budi Temanku.

Kepala Negara, secara khusus memutarkan keping cakram lagu tersebut yang dinyanyikan oleh grup musik The Brothers.

Presiden Yudhoyono juga tidak sungkan memperdengarkan suaranya untuk menyanyikan lagu tersebut.

Lagu itu berkisah tentang seseorang yang mengimpikan pergi mencari kerja ke kota agar sejahtera, namun akhirnya justru menemukan kesejahteraan dan kedamaian sebagai petani di desa. “Tak perlu petani berbondong-bondong ke kota. Menjadi petani di desa juga bisa sejahtera,” katanya.

Sayangnya, lagu ciptaan Presiden Yudhoyono itu tidak menjelaskan, bagaimana seorang petani bisa sejahtera dan damai hidup di desa. [EL, Ant]

Source Gatra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: