Archive for June, 2009

Sukhoi !!

Harry Roesli
HROESLI@BDG.CENTRIN.NET.ID

ADA seorang berinisial “de” menulis di sebuah koran daerah. Pak “de” ini mengajak kita menyimak, jikalau 210 juta penduduk Indonesia dikurangi 36 juta pengangguran dan 60 juta pensiunan, lalu 36 juta anak balita dan anak sekolah, maka sebenarnya tersisa 88 juta penduduk Indonesia yang bisa dikatakan bekerja.

Ambil saja sekitar 70 juta adalah pegawai negeri, maka tinggallah 18 juta yang bekerja. Dari sisa jumlah tadi dikurangi 8 juta WNI yang bekerja di luar negeri sebagai TKI dan TKW, maka kini sisanya tinggal 10 juta yang bekerja. Continue reading

Advertisements

Kata Bijak

 Miguel de Unamuno

Miguel de Unamuno

“Tidak dicintai orang lain memang menyedihkan, namun lebih menyedihkan lagi kalau tidak bisa mencintai orang lain.” Miguel de Unamuno (1864-1936), filsuf dan penulis Spanyol

Islamic Center Diresmikan Akhir Juni

Tetap Dihadiri Presiden SBY

PAMEKASAN – Gedung Islamic Centre (GIC) bakal diresmikan akhir Juni oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Itu, setelah peresmian 10 Juni lalu tertunda karena SBY mengikuti deklarasi kampanye damai di Jakarta.

Seperti diberitakan (10/6), pemkab menyiapkan tenda standar RI 1 untuk undangan peresmian GIC. Namun, acara tersebut batal dilakukan karena presiden buru – buru bertolak ke Jakarta dari meresmikan Jembatan Suramadu. Sebab, presiden yang juga capres pada pilpres 8 Juli itu mengikuti deklarasi kampanye damai di KPU Pusat. Continue reading

Jembatan Suramadu Dibuka untuk Umum, Bagaimana Kehidupan Warga Sekitarnya? (1)

Ingin Tagih Janji Ketika Ada Pembebasan Lahan

Ketika Jembatan Suramadu diresmikan, gubernur Jatim hingga presiden berkali – kali berterimakasih pada warga sekitar Suramadu. Sebab, tanpa kerelaan mereka melepaskan tanah, jembatan terpanjang di Indonesia itu tak akan berdiri. Kini warga resah, ingin menagih janji. Tapi pada siapa?

NUR RAHMAD AKHIRULLAH, Bangkalan

———————————–

WILAYAH Kecamatan Labang merupakan daerah yang tanahnya paling banyak dipakai untuk pendirian Jembatan Suramadu. Pembebasan tanah besar – besaran dilakukan di kecamatan seluas 35.230 kilometer persegi ini. Namun, siapa yang tahu berapa luas sebenarnya tanah yang dibebaskan untuk keperluan Suramadu. Ketika warga didatangi aparat pemerintah dan meminta tanahnya dijual untuk kepentingan umum, mereka menurut saja. Continue reading

Dari Suramadu, Kita Tatap Masa Depan

Oleh: Priyo Suprobo

BILA Malaysia punya menara kembar Petronas di Kuala Lumpur sebagai ikon kebanggaan, Indonesia memiliki Monas dan Jembatan Suramadu. Jembatan sepanjang 5,438 km itu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Dari sisi panjang bentangannya, Suramadu masuk dalam 15 jembatan terpanjang di dunia.

Jembatan Suramadu dalam sejarah gagasan realisasi juga merupakan simbol sumbangsih pemikiran dan tekad kebangkitan nasional para pemimpin bangsa. Ia digagas sejak 1960-an oleh Ir Sedyatmo (alm) dari ide awal Tri Nusa Bima Sakti. Gagasan tersebut direspons positif oleh Presiden Soeharto (alm) dengan menunjuk Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) B.J. Habibie sebagai ketua proyek pada 1986. Continue reading

Apa Yang Salah dengan Neoliberal?

Oleh : Bambang Nuroso

Memanasnya suhu menjelang pemilu presiden disertai hangatnya jargon politik yang mengangkat bahaya ”neolib” berhasil menggiring semua capres dan cawapres berusaha menghindari label tersebut. Pertanyaan kemudian, apa yang salah dengan neoliberal?

Founding father ”Laissez Faire” pernah mengatakan, ”The best economic policy is to let business make their own decision without government interference” (Grolier: 167). Intinya, kegiatan ekonomi sebaiknya sekecil mungkin terlibat campur tangan pemerintah. Kerangka dasar pemikiran seperti itu mengilhami lahirnya liberalisasi di sektor ekonomi awal abad ke-18 hingga kini. Continue reading

Belajar ke Madurodam

Oleh D. Zawawi Imron

Siapa yang tidak kenal Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta? Di TMII hampir semua bentuk rumah tradisional dari seluruh provinsi di Nusantara ada, dalam ukuran yang sama dengan aslinya. Rumah tongkonan Toraja yang ada di anjungan Sulawesi Selatan sama besarnya dengan tongkonan yang ada di Ketek Kesu, Tana Toraja. Continue reading