Wakil Indonesia Juara The Biggest Loser Asia

[ Kamis, 11 Maret 2010 ]

JAKARTA – David Gurnani, 25, boleh bangga. Sebab, usahanya dalam menurunkan berat badan berbuah manis. Finalis asal Indonesia itu dinobatkan sebagai pemenang kompetisi penurunan berat badan produksi Hallmark Channel, The Biggest Loser wilayah Asia. David membukukan penurunan berat badan terbesar, yaitu 83 kilogram. Atas sukses tersebut, dia berhak mendapatkan hadiah uang USD 100.000 (Rp 917 juta) dan satu mobil Renault Koleos SUV senilai USD 70.000 (Rp 642 juta).

Final acara di Selangor, Malaysia, Selasa malam (9/3) telah mengubah hidup pria yang berprofesi sebagai salesman tersebut. Pada sesi timbang berat badan terakhir, pria berjuluk King David itu tercatat memiliki berat 74 kg. Padahal, pada awal kompetisi yang dimulai November tahun lalu, beratnya mencapai 157 kg.

Berdasar statistik, David meraih persentase penurunan berat badan 53 persen dan lemak tubuh 45 persen. Dengan demikian, David mengalahkan tiga finalis lainnya, yaitu Carlo Miguel, 32 (Filipina), Aaron Mokhtar, 30 (Malaysia), dan Martha Lai, 20 (Hongkong).

Setelah penobatan, David mengibarkan bendera merah putih. Dia disambut keluarga besarnya yang datang khusus ke Malaysia. Dia sangat bersyukur atas prestasi tersebut. “Saya tidak menyangka akan mengatakan ini. Namun, menjadi seorang loser sangat menyenangkan. Sebab, saya menjadi The Biggest Loser pertama di Asia. Berkat kebesaran Tuhan, kerja keras, dan dukungan pelatih serta motivator tim biru Dave Nuku, saya bisa mengalahkan kompetitor hebat seperti Carlo, Aaron, dan Martha,” kata David dalam pidato kemenangannya.

David merasa masih tak percaya dengan transformasi fisik dan gaya hidup barunya sekarang. Sebab, dia selama ini menjalani hidup dalam keadaan obesitas. “Saya tidak pernah merasa sesehat, sebugar, dan sekuat sekarang. Terima kasih The Biggest Loser Asia yang memberi saya kesempatan yang mengubah hidup saya,” ujar David.

David juga mengalami perubahan pola hidup. Sebelumnya, dia tidak terganggu dengan berat badannya. Dia tumbuh dengan nafsu makan dan kecintaan besar terhadap makanan. “Makan adalah hal yang paling menyenangkan buat saya. Saya tidak pernah berolahraga dan mencoba menurunkan berat badan. Sebab, saya merasa obesitas adalah lambang kemakmuran,” ucapnya dalam surat elektronik yang diterima Jawa Pos dari Hallmark Channel.

Apalagi kata David, dia tidak pernah sakit parah karena obesitas. Hanya, David tidak menyadari bahwa nyeri kepala, leher, dan punggung serta tabiatnya yang pemarah itu ternyata berhubungan dengan obesitas dan rasa tidak percaya diri yang dialami.

Berkat motivasi kakak perempuan dan tunangannya, David memutuskan mengikuti audisi The Biggest Loser Asia. Bersama para kontestan lain, David menjalani pelatihan fisik dan pola hidup sehat di sebuah camp di Malaka, Malaysia. Selama empat bulan dia hidup di bawah pengawasan pelatih, tenaga medis, ahli gizi, dan fisioterapi profesional.

Di camp, David dikenal sangat fokus dan memiliki daya juang tinggi. Secara konsisten, dia mencatat persentase penurunan berat badan terbanyak. Dia memenangi tantangan individu atau berkelompok. Dia juga sangat disegani di timnya.

Sesudah kompetisi, David berniat menginspirasi masyarakat di Indonesia dan seluruh Asia untuk memerangi obesitas. “Obesitas bisa dikalahkan dengan motivasi, determinasi, dan dukungan orang di sekitar. (jan/ayi)

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: