Melihat Proses Pembuatan Kopi Mengkudu Asli Sampang

[ Rabu, 17 Maret 2010 ]

Tak Punya Modal, Bingung Cara Mengembangkan

Khasiat buah mengkudu (Morinda citrifolia L) sudah tidak diragukan lagi. Terbukti, buah berbau tajam ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai gangguan kesehatan. Dalam perjalanannya, mengkudu mulai diolah dalam berbagai macam produk. Mulai dari jus sampai tablet mengkudu berupa kapsul. Bahkan, bisa dibuat sampo, sabun, dan body lotion. Sementara di Sampang, mengkudu diolah menjadi kopi. Bagaimana pembuatannya?

FERI FERDIANSYAH, Sampang

IRISAN buah mengkudu yang mulai mengering berjejer di samping rumah Ibu Gunarsi, 45. Irisan tersebut sengaja dijejer dan diletakkan di bawah sinar matahari supaya benar-benar kering. Pemandangan seperti itu bisa dijumpai setiap hari di rumah sederhana yang berada di Jalan Rajawali Gg I, Kec Kota Sampang tersebut.

Penjemuran irisan buah Mengkudu tersebut merupakan salah satu tahapan untuk membuat kopi mengkudu. Gunarsi mengaku sudah dua tahun membuat kopi dari buah mengkudu. Sehari-hari, ia mengaku dibantu kedua anaknya dan untuk sementara hanya mampu memproduksi 25 kilogram kopi mengkudu.

Maklum, selain prosesnya yang membutuhkan waktu cukup panjang, dirinya mengaku kesulitan modal dalam mengembangkan usahanya tersebut. Padahal, menurut dia, pembelinya tidak hanya datang dari Sampang saja tetapi mulai berdatangan dari kabupaten lain.

“Selain dari Sampang, ada juga pembeli yang datang dari Kabupaten Pamekasan. Biasanya, pembeli mengetahui kopi mengkudu buatan kami dari konsumen yang sudah membeli dan merasakan khasiat kopi mengkudu,” terang Gunarsi kepada wartawan koran ini.

Mengenai pembuatannya, Gunarsi mengatakan cukup sederhana. Pertama memilih mengkudu yang benar-benar matang dan kemudian diiris tipis-tipis agar mengkudu bisa lebih cepat kering saat dijemur. Setelah kering, Mengkudu tersebut disangrai. Itu dilakukan seperti menyangrai biji kopi. Setelah matang dan berwarna hitam, lalu ditumbuk hingga menjadi serbuk.

“Dari awal hingga siap konsumsi, biasanya membutuhkan waktu selama empat hari. Sebab, proses pengeringannya kan bergantung cuaca,” ungkap Wahyu, salah satu putra Gunarsi.

Gunarsi mengaku kesulitan mengembangkan usaha yang dianggapnya potensial tersebut. Maklum saja, wanita paruh baya tersebut mengaku tidak memiliki koneksi untuk mengembangkan usahanya tersebut. “Selain persoalan modal, kami juga tidak tahu harus minta bantuan ke dinas mana. Jadi, kami kelola secara konvensional,” tuturnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sampang Eny Muharjuni yang dikonfirmasi wartawan koran ini mengaku siap memfasilitasi kendala yang dihadapi Gunarsi tersebut. Buktinya, Eny langsung memerintahkan stafnya untuk segera meninjau home industry pembuatan kopi mengkudu tersebut.

“Ini sangat potensial. Selain manfaat buah mengkudu sudah dikenal banyak orang, penyajian dalam bentuk kopi bisa menjadi daya tarik tersendiri. Kami siap memfasilitasi baik dari segi permodalan, pengembangan, maupun manajemen,” ungkap Kabid Pemberdayaan Usaha Koperasi dan UKM Choirul Anwar.

Choirul menambahkan, pihaknya juga akan membantu pengurusan SIUP (surat izin usaha perdagangan), TDP (Tanda Daftar Perusahaan), TDI (Tanda Daftar Industri). Termasuk, membantu pengurusan izin kesehatan ke dinas terkait. “Sebab, mengkudu ini disajikan dalam bentuk minuman kan? Tentunya, harus mengantongi izin kesehatan,” pungkasnya. (yan/rd)

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: