Archive for November, 2010

Lagu Daerah Indonesia Bergema di Berlin

Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjajaran yang membawakan lagu “O Ina Ni Keke” dan “Yamko Rambe Yamko” tampil memukau dan mendapat sambutan hangat dari penonton Konser Budaya Indonesia di Berlin.

Konser yang bertema “A Night of Thousand Enchantments” yang digelar di Museum Ethnology, Berlin, pada hari Jumat menarik minat 250 lebih orang dari berbagai kalangan di kota yang terletak di Jerman itu. Continue reading

Siiipp… ITS Rebut Dua Emas di Busan!

Tim Paduan Suara (PS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meraih dua medali emas di Busan Choral Festival and Competition 2010 di Busan, Korea selatan, 10-14 November. Kedua medali itu diperoleh untuk kategori Mix Choir dan Ethnic Choir dalam kompetisi paduan suara tingkat internasional yang diikuti 16 negara dari lima benua dengan 42 tim paduan suara yang antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Ghana, Ceko, serta Amerika Serikat. Continue reading

Angklung Resmi Warisan Budaya Dunia

Alat musik angklung segera dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia pada 18 November 2010 mendatang di Nairobi, Kenya.

“Pada 18 November 2010 nanti, angklung akan diresmikan menjadi warisan budaya dunia,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), Wardiyatmo, di Jakarta, Selasa.

Pengukuhan tersebut akan dilakukan di Nairobi, Kenya, dalam sidang UNESCO, Kamis, 18 November 2010. Continue reading

Siswa Yogyakarta Borong Penghargaan Olimpiade Sains Indonesia

Siswa SD asal Kota Yogyakarta memborong penghargaan Olimpiade Sains Indonesia 2010 yang berlangsung di Surabaya, Sabtu.

Tujuh siswa memperoleh tujuh penghargaan, dengan rincian satu medali emas, empat medali perak, dan dua medali perunggu. Jauh mengungguli siswa dari daerah lain, seperti Sidoarjo, Malang, Gowa, Tarakan, Jakarta Selatan.

“OSI merupakan kegiatan yang melibatkan siswa dalam melakukan olah rasa, penalaran, dan kreatifitasnya. Dengan harapan terlahir generasi pemikir berbudi pekerti dan kreatif dalam membangun peradaban Indonesia,” ujar Direktur Pembinaan TK-SD Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Menengah Kemdiknas Mudjito AK di sela-sela acara penutupan. Continue reading

Sejarah Kabupaten Pamekasan Madura

Masjid Jami' Pamekasan dan Monumen Arek Lancor

Kabupaten Pamekasan lahir dari proses sejarah yang cukup panjang. Istilah Pamekasan sendiri baru dikenal pada sepertiga abad ke-16, ketika Ronggosukowati mulai memindahkan pusat pemerintahan dari Kraton Labangan Daja ke Kraton Mandilaras. Memang belum cukup bukti tertulis yang menyebutkan proses perpindahan pusat pemerintahan sehingga terjadi perubahan nama wilayah ini. Begitu juga munculnya sejarah pemerintahan di Pamekasan sangat jarang ditemukan bukti-bukti tertulis apalagi prasasti yang menjelaskan tentang kapan dan bagaimana keberadaannya.

Kemunculan sejarah pemerintahan lokal Pamekasan, diperkirakan baru diketahui sejak pertengahan abad ke-15 berdasarkan sumber sejarah tentang lahirnya mitos atau legenda Aryo Menak Sunoyo yang mulai merintis pemerintahan lokal di daerah Proppo atau Parupuk. Jauh sebelum munculnya legenda ini, keberadaan Pamekasan tidak banyak dibicarakan. Diperkirakan, Pamekasan merupakan bagian dari pemerintahan Madura di Sumenep yang telah berdiri sejak pengangkatan Arya Wiraraja pada tanggal 13 Oktober 1268 oleh Kertanegara. Continue reading