Posts Tagged ‘batik tulis madura’

Batik Di Pekan Mode Paris

Metrogaya– Perancang busana internasional pun menggunakan batik untuk koleksi musim semi dan panas 2010,dalam pekan mode di Paris.Di tangan perancang Dreis van Noten yang kecenderungannya menggunakan elemen etnis mangambil batik Jawa bermotif lereng,parang, dan batik pesisir bermotif bunga.

Seperti dilaporkan New York Times on line dan International Herald Tribune, inspirasi Van Noten adalah Paris, Tokyo, dan Calcutta. Paris memberi keanggunan dan hidup nyaman, Tokyo adalah paduan antara tradisi dan modernitas, dan Calcutta memberikan energi dan keriangan. Continue reading

Advertisements

Batik Gentong Madura Unik

Rabu, 07 Oktober 2009 21:05:26 WIB
Reporter : —

Reporter: Indri Ayu Putri

Surabaya (beritajatim.com) – Batik gentong yang dipamerkan di Singgasana Hotel, terlihat mencolok di sudut lobby. Batik gentong adalah batik Madura yang hanya berbeda dalam sisi pewarnaannya, karena harus direndam dulu di dalam gentong. Untuk satu gentong digunakan untuk mewarnai satu kain batik sepanjang 2×110 meter. Continue reading

Batik Aromaterapi Waris Jadi Primadona Pejabat

© Copyright 2010 CorbisCorporation

KAIN batik kini disukai hampir semua orang. Tapi kain batik Madura karya Warisatul Hasanah mahasiswa semester delapan Jurusan Manajemen Pemasaran STIE Perbanas Surabaya sedikit berbeda.

Batik tulis Madura itu memiliki aromaterapi yang banyak diminati masyarakat, terutama para pejabat. Batik tulis Madura karyanya kini banyak dipakai oleh para pejabat di Kabupaten Bangkalan. Motif batik tulis yang dipakai adalah motif ‘Tanjung Bumi’. Continue reading

Dari Madura Menemukan Indonesia

D ZAWAWI IMRON

Dari Madura Menemukan Indonesia

Ilham Khoiri

D Zawawi Imron, penyair asal Madura, Jawa Timur, itu sudah lama mengembangkan puisi modern yang bertolak dari khazanah budaya tradisional Pulau Garam itu. Tak hanya memperkaya ekspresi seni sastra modern Indonesia, karya-karyanya yang memuliakan kemanusiaan juga diapresiasi dunia internasional.

Dengan menyelami budaya Madura, saya justru menemukan wajah Indonesia. Bagi saya, Madura itu bukan satu nama pulau, tetapi semangat yang membebaskan saya untuk melihat dunia secara lebih luas,” katanya saat ngobrol di Taman Ismail Marzuki (TIM), akhir Januari.

Bagaimana Madura mengantarnya pada kesadaran akan Indonesia? Jawabnya merujuk pada proses kreatifnya yang panjang dalam menggeluti dunia sastra.

Lahir di Batang-Batang Laok, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, sejak kecil Zawawi menyerap alam dan khazanah budaya pulau itu. Saat remaja, dia dibesarkan bersama lagu dolanan (mainan) anak-anak, lagu para nelayan dan petani, karapan sapi, dan musik tradisional. Itu menanamkan kesan mendalam. Continue reading