Posts Tagged ‘batik’

Batik di Mata Peneliti dari Negeri Sakura

10/01/2010 12:22

Liputan6.com, Jakarta: Batik kini bukan hanya milik Indonesia. Namun, batik sudah menjadi warisan budaya dunia, seperti sudah disahkan UNESCO, Organisasi Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Keragaman dan keindahan batik memang menjadi magnet bagi para pecinta seni, Profesor Masakatsu Tozu, misalnya. Wakil Dekan Fakultas Ilmu Politik dan Ekonomi Universitas Kokushikan Tokyo, Jepang, itu mengaku jatuh cinta kepada batik sejak 1970-an saat mempelajari gagasan politik Presiden Soekarno. Continue reading

Advertisements

Batik Di Pekan Mode Paris

Metrogaya– Perancang busana internasional pun menggunakan batik untuk koleksi musim semi dan panas 2010,dalam pekan mode di Paris.Di tangan perancang Dreis van Noten yang kecenderungannya menggunakan elemen etnis mangambil batik Jawa bermotif lereng,parang, dan batik pesisir bermotif bunga.

Seperti dilaporkan New York Times on line dan International Herald Tribune, inspirasi Van Noten adalah Paris, Tokyo, dan Calcutta. Paris memberi keanggunan dan hidup nyaman, Tokyo adalah paduan antara tradisi dan modernitas, dan Calcutta memberikan energi dan keriangan. Continue reading

Batik Gentong Madura Unik

Rabu, 07 Oktober 2009 21:05:26 WIB
Reporter : —

Reporter: Indri Ayu Putri

Surabaya (beritajatim.com) – Batik gentong yang dipamerkan di Singgasana Hotel, terlihat mencolok di sudut lobby. Batik gentong adalah batik Madura yang hanya berbeda dalam sisi pewarnaannya, karena harus direndam dulu di dalam gentong. Untuk satu gentong digunakan untuk mewarnai satu kain batik sepanjang 2×110 meter. Continue reading

Batik Aromaterapi Waris Jadi Primadona Pejabat

© Copyright 2010 CorbisCorporation

KAIN batik kini disukai hampir semua orang. Tapi kain batik Madura karya Warisatul Hasanah mahasiswa semester delapan Jurusan Manajemen Pemasaran STIE Perbanas Surabaya sedikit berbeda.

Batik tulis Madura itu memiliki aromaterapi yang banyak diminati masyarakat, terutama para pejabat. Batik tulis Madura karyanya kini banyak dipakai oleh para pejabat di Kabupaten Bangkalan. Motif batik tulis yang dipakai adalah motif ‘Tanjung Bumi’. Continue reading

Jerman pun Miliki Batik

Batik Jerman

BATIK yang khas Indonesia ternyata dimiliki pula oleh negeri lain, salah satunya Jerman. Lalu, seperti apa rupa batik Jerman tersebut? Continue reading

Naik Bersama Batik Lasem

Hendriyo Widi dan Sidik Pramono

Sore itu orang-orang berkumpul di ruang tamu yang penuh kain mori putih yang baru digambari malam (sejenis lilin untuk membatik), kain batik setengah jadi, sampai kain batik dalam karung siap kirim. Seperti yang rutin terjadi sehari-hari, saat itu buruh batik menunggu pembagian upah.

Saat seperti itu adalah saat yang membahagiakan bagi Santoso Hartono, pemilik usaha batik lasem ”Pusaka Beruang”. Wajah para pekerja berbinar menerima hasil jerih payahnya. Meski bukan industri pabrikan, saat ini tercatat 754 tenaga kerja terlibat dalam usaha batik lasem milik Santoso. ”Jika tak berani memberi makan orang (lain), apa artinya kerja?” kata penerima penghargaan Upakarti Jasa Pelestarian saat itu.

Para pekerja tersebut dibayar dengan sistem borongan berdasarkan pencapaian mereka hari itu. Sekitar Rp 5 juta-Rp 7,5 juta per hari mesti disiapkan Santoso untuk pembayaran upah. Tak ada lagi cerita buruh yang hanya dibayar Rp 4.000 per hari sebagaimana terjadi tahun 1990. ”Sekalipun buruh, mereka harus hidup layak,” kata Santoso.

Tidak semuanya bekerja di rumah, sekaligus tempat usaha, Santoso di Jalan Jatirogo, Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sekitar 40 orang bekerja di bengkel kerja di kawasan Karasjajar, Kecamatan Pancur—sekitar 4 kilometer dari kediaman Santoso di Jatirogo. Di situ berdiri bangunan sederhana untuk menampung para pembatik. ”Industri makin mendekat ke desa, tempat tinggal para pembatik,” kata Santoso. Continue reading